You are here
Dukung SDGs4 Pendidikan Berkualitas, Mahasiswa PK UNY Terapkan Pembelajaran Berbasis Deep Learning pada pembelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri Baciro
Primary tabs

YOGYAKARTA - Dalam upaya mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) menghadirkan inovasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis Deep Learning untuk siswa kelas 4 di SD Negeri Baciro. Pembelajaran yang berfokus pada materi "Pengaruh Gaya terhadap Benda" ini dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan beragamnya gaya belajar siswa kelas 4, mulai dari visual, auditori, hingga kinestetik. Melalui pendekatan Deep Learning, siswa diajak untuk memahami konsep sains tidak sekadar lewat hafalan teori, melainkan melalui pembuktian langsung serta pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Proses pembelajaran di kelas 4 SD Negeri Baciro berlangsung sangat variatif dan menyenangkan berkat integrasi antara teknologi digital, alat peraga interaktif, dan pemanfaatan benda konkret. Siswa diajak menyimak tayangan slide PowerPoint yang menarik dari Canva serta video edukatif dari YouTube untuk mempermudah pemahaman awal mengenai dorongan dan tarikan. Pembelajaran semakin hidup ketika siswa berinteraksi langsung dengan buku peraga interaktif serta benda-benda konkret seperti plastisin, kelereng, botol plastik, dan magnet. Melalui media tersebut, siswa melakukan berbagai simulasi hands-on, seperti menekan plastisin, meremas botol, meluncurkan koin, hingga menyusun puzzle gambar pengamatan. Suasana kelas ditutup dengan kegiatan evaluasi yang seru menggunakan kuis digital interaktif berbasis permainan di platform Wordwall.
Melalui rancangan pembelajaran interaktif dan menyenangkan ini, siswa kelas 4 SD Negeri Baciro berhasil memperoleh pemahaman konsep yang jauh lebih mendalam. Siswa kini mampu mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana gaya dapat mengubah bentuk, arah, serta kecepatan gerak benda berdasarkan hasil pengamatan langsung. Selain itu, pembelajaran ini turut mengasah keterampilan abad ke-21 siswa, seperti penalaran kritis saat memecahkan masalah, sikap kolaboratif dalam kelompok, serta keberanian menyampaikan hasil pengamatan di depan kelas. Pengalaman belajar ini juga secara seimbang menumbuhkan multi-literasi siswa, meliputi literasi membaca, menulis, sains, numerasi dasar, hingga literasi digital. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi pendidikan dasar dapat terwujud melalui metode yang memuliakan siswa serta menghadirkan kegembiraan belajar demi menciptakan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Copyright © 2026,