Integrasi Nilai Pancasila dalam Praktik Mengajar Mahasiswa PK UNY di SDN Suryodiningratan 2

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Pinanti Putri, melaksanakan praktik mengajar di kelas VI SD Negeri Suryodiningratan 2, Yogyakarta, pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Praktik Kependidikan (PK) dan berkaitan erat dengan SDGs tujuan ke-4, yaitu memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata bagi semua siswa, serta tujuan ke 16 yang berfokus pada perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

Pembelajaran yang dilaksanakan mengangkat topik "Hubungan Antarsila Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari" pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Pembelajaran ini bertujuan agar siswa mampu mengidentifikasi nilai dalam setiap sila Pancasila, menganalisis hubungan antarsila, serta menerapkannya dalam kehidupan nyata. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan dalam alokasi waktu dua jam pelajaran atau 2 × 35 menit. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah siswa yang berada di Fase C, yaitu kelas VI. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan Deep Learning dengan model Problem Based Learning (PBL). Siswa diajak belajar secara interaktif melalui penayangan video edukatif, permainan "oper bola kertas" dengan iringan musik, diskusi kelompok kecil, serta presentasi hasil analisis kasus. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun suasana belajar yang aktif namun berkmakna (mindfull), menyenangkan (joyful), dan bermakna (meaningful), dengan melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator, siswa, wali kelas, serta dosen pembimbing dari UNY.

Kegiatan praktik mengajar ini memberikan dampak positif yang nyata bagi berbagai pihak. Siswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi melalui diskusi kelompok dan presentasi. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi wahana pengembangan kompetensi pedagogis secara langsung di lapangan. Bagi sekolah, pelaksanaan pembelajaran inovatif berbasis deep learning ini memperkuat mutu pendidikan karakter, yang secara langsung mendukung pencapaian SDGs tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat melalui penanaman nilai-nilai demokrasi dan keberagaman sejak dini serta menciptakan generasi cinta damai.

Melalui kegiatan praktik kependidikan ini, diharapkan mahasiswa mampu terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada siswa serta dapat menjadi fondasi karakter yang kokoh bagi siswa untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat. Tindak lanjut yang diharapkan, model pembelajaran serupa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru kelas dalam mendesain pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih aktif dan kontekstual, sehingga nilai-nilai Pancasila benar-benar tertanam dan terus dipraktikkan secara konsisten di lingkungan rumah.