You are here
Mahasiswa PGSD FIP UNY Sukses Menjadi Narasumber pada Konferensi Pendidikan Indonesia 2026
Primary tabs

Sleman – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Afif Dzaky Khairullah, berhasil menjadi salah satu narasumber dalam ajang Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang diselenggarakan pada 1–2 Juli 2026 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta. Konferensi bertema "Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada" ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Lingkar Daerah Belajar (LDB) sebagai wadah bertemunya pemerintah, akademisi, guru, praktisi pendidikan, hingga pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendiskusikan masa depan pendidikan nasional.
Afif Dzaky Khairullah tampil sebagai narasumber pada sesi "Belajar dari Anak", sebuah forum yang menghadirkan perspektif kolaboratif antara peserta didik dan calon pendidik dalam menyikapi berbagai tantangan pendidikan masa kini. Pada sesi tersebut, Afif berbagi panggung bersama Irlianti Inggriani, siswa SMP Negeri 1 Seyegan, dengan dipandu oleh moderator Antonius Dimas, S.Pd. Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta konferensi yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan.
Mengangkat tema besar "Pendidikan dan Disrupsi Teknologi", Afif mempresentasikan inovasi bertajuk "EduCardia: Inovasi Hybrid Board Game Interaktif sebagai Penunjang Pembelajaran Bahasa Inggris." EduCardia merupakan media pembelajaran yang mengombinasikan permainan papan (board game) dengan teknologi digital sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, kolaboratif, dan kontekstual bagi peserta didik sekolah dasar. Inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan motivasi belajar sekaligus mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris melalui aktivitas bermain yang terstruktur dan interaktif.
Dalam pemaparannya, Afif menjelaskan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak menghilangkan esensi interaksi sosial dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, teknologi perlu dimanfaatkan sebagai penguat pengalaman belajar sehingga peserta didik tetap memperoleh kesempatan untuk berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, dan memecahkan masalah secara langsung.
"Disrupsi teknologi bukan berarti semua pembelajaran harus sepenuhnya digital. Justru tantangannya adalah bagaimana menghadirkan inovasi yang mampu menggabungkan interaksi nyata dengan dukungan teknologi sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi anak," ungkap Afif dalam sesi diskusi.
Sementara itu, Irlianti Inggriani turut menyampaikan pandangannya sebagai peserta didik mengenai karakteristik pembelajaran yang disukai generasi saat ini. Menurutnya, media belajar yang interaktif, memberikan ruang untuk bereksplorasi, dan melibatkan aktivitas bermain mampu meningkatkan minat belajar dibandingkan pembelajaran yang hanya berpusat pada penyampaian materi.
Dipandu oleh Antonius Dimas, S.Pd., sesi "Belajar dari Anak" menghadirkan diskusi yang dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai implementasi teknologi dalam pembelajaran, tantangan guru di era digital, hingga pentingnya mendengarkan suara anak dalam merancang inovasi pendidikan.
Keikutsertaan Afif sebagai narasumber menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa PGSD FIP UNY tidak hanya dipersiapkan sebagai calon pendidik, tetapi juga mampu berkontribusi sebagai inovator pendidikan melalui karya dan gagasan yang relevan dengan perkembangan zaman. Kesempatan berbicara dalam forum nasional ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan mahasiswa dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan di era digital.
Melalui partisipasi aktif dalam Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Afif berharap inovasi EduCardia dapat menjadi inspirasi bagi pendidik untuk memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa mengesampingkan pentingnya interaksi sosial, kolaborasi, dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Kehadiran mahasiswa sebagai narasumber juga menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di masa depan.
Copyright © 2026,