Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Deep Learning Bermuatan Karakter bagi Guru SD Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Yogyakarta, 30 Juni 2026 – Tim Dosen program studi PGSD UNY memberikan pelatihan kepada 40 guru Sekolah Dasar dari lingkungan Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta mengikuti pelatihan intensif penyusunan modul ajar dengan pendekatan Deep Learning bermuatan karakter. Kegiatan yang berlangsung di Aula SD Muhammadiyah Sapen ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan Badan Kerjasama (BKS) Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan transformasi perangkat pembelajaran di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Sebagai respons terhadap perubahan paradigma pendidikan nasional yang menekankan pendekatan deep learning, guru dituntut untuk tidak hanya menyampaikan materi secara dangkal, tetapi mampu menciptakan pengalaman belajar yang mendalam, reflektif, dan bermakna bagi siswa. Pendekatan deep learning menekankan pemahaman konseptual, analisis, refleksi, dan aplikasi dalam kehidupan nyata, sekaligus menjadi sarana penguatan karakter dan kesadaran moral. Bagi sekolah Muhammadiyah, pendidikan karakter merupakan ruh yang harus diinternalisasikan dalam setiap proses pembelajaran, sejalan dengan misi melahirkan generasi yang beriman, berpengetahuan, dan berkarakter.

Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh kepala BKS Muhammadiyah (Bapak Saijan, M.S.I.), Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta (Santo Mugi Prayitno, M.Pd.). Tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi pedagogik para guru dalam menyusun modul ajar yang inovatif dan aplikatif dengan pendekatan deep learning. Modul ajar yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memuat materi pembelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa, mengasah keterampilan berpikir kritis, dan relevan dengan kehidupan nyata. Selain itu, muatan karakter menjadi elemen penting yang harus terintegrasi dalam setiap komponen modul ajar, mulai dari tujuan, aktivitas, hingga asesmen pembelajaran .

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai konsep deep learning dan implementasinya dalam pembelajaran, strategi penyusunan modul ajar yang efektif dan menarik, serta teknik pengintegrasian nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati ke dalam aktivitas pembelajaran . Para guru juga dibekali dengan keterampilan merancang modul yang mendorong siswa untuk tidak sekadar menghafal, tetapi memahami konsep secara mendalam dan mampu mengaitkannya dengan pengalaman nyata. Tidak ketinggalan, pemanfaatan media digital dan platform pembelajaran interaktif juga diperkenalkan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.

Manfaat dari kegiatan ini diharapkan dapat dirasakan langsung dalam aktivitas pembelajaran di kelas. Dengan dibekalinya para guru dengan keterampilan menyusun modul ajar deep learning yang bermuatan karakter, proses belajar mengajar akan menjadi lebih terarah, bermakna, dan kontekstual. Modul ajar yang inovatif dan adaptif ini akan membantu guru menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, aktif terlibat, serta memiliki karakter yang kuat. Kepala BKS Muhammadiyah Kota Yogyakarta Bapak Saijan, M.S.I. menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan pendampingan, sehingga guru-guru dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.