You are here
Cahaya Pendidikan di Tengah Kebun Sawit: Pengalaman Magang Mahasiswa di SDS Tunas Lestari Sejahtera Seriang
Primary tabs

Penulis : Khalisa Azizah R (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGAJAR 2026)
Kegiatan magang kependidikan yang dilaksanakan di Kalimantan Barat merupakan bentuk kerja sama antara pihak kampus dengan Yayasan Tunas Lestari Sejahtera dalam mendukung pengembangan pendidikan dan pengalaman belajar mahasiswa di lapangan. Sebanyak 12 mahasiswa diterjunkan untuk mengikuti program magang di berbagai unit pendidikan yang berada di kawasan perkebunan sawit tersebut. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal secara langsung kondisi pendidikan di daerah perbatasan sekaligus menerapkan kemampuan pedagogik yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Program magang dimulai sejak keberangkatan mahasiswa pada tanggal 19 Januari untuk mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan dan pelatihan di training centre sebelum diterjunkan langsung ke sekolah tujuan. Selama kegiatan pembekalan, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai administrasi sekolah, pendekatan kepada peserta didik, hingga penyesuaian terhadap lingkungan masyarakat di kawasan perkebunan. Setelah menyelesaikan proses training, mahasiswa mulai terjun langsung ke lapangan pada tanggal 22 Januari dan melaksanakan kegiatan magang hingga penarikan sekaligus penutupan program pada tanggal 5 Juni.
Sebagai salah satu mahasiswa yang ditempatkan di SDS Tunas Lestari Sejahtera Seriang, pengalaman pertama datang ke sekolah memberikan kesan yang cukup berbeda dari bayangan sebelumnya. Awalnya, sekolah yang berada di tengah kawasan perkebunan sawit dibayangkan memiliki kondisi yang sangat sederhana dan terbatas. Namun setelah berada langsung di lokasi, suasana sekolah justru terasa nyaman dan mendukung kegiatan belajar mengajar. Lingkungan sekolah tertata dengan baik dan aktivitas belajar berlangsung dengan hangat bersama guru serta para siswa.
Selama kegiatan magang berlangsung, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas. Dalam pelaksanaan magang ini, penulis mendapat kesempatan mengajar di kelas 3 dan mendampingi siswa dalam berbagai kegiatan belajar. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya membantu guru menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mendampingi siswa saat mengerjakan tugas, memberikan aktivitas pembelajaran interaktif, serta membantu berbagai kegiatan sekolah lainnya.
Selain kegiatan pembelajaran di kelas, penulis juga mengajarkan kegiatan seni tari kepada siswa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melatih keberanian, kekompakan, dan kreativitas peserta didik. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mengikuti latihan bersama dan mencoba menghafalkan gerakan tari yang diajarkan. Interaksi selama kegiatan tari membuat hubungan antara mahasiswa dan siswa menjadi lebih dekat sehingga suasana belajar terasa lebih menyenangkan.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan proyek lingkungan berupa pembuatan pupuk kompos bersama siswa melalui program “Satu Anak Satu Tanaman”. Dalam kegiatan tersebut, setiap siswa diajak untuk menanam dan merawat tanaman masing-masing menggunakan pupuk kompos yang dibuat bersama. Program ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mengajarkan siswa pentingnya menjaga kebersihan dan memanfaatkan bahan organik di sekitar mereka. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mempraktikkan langsung proses merawat tanaman.
Siswa kelas 3 di SDS Tunas Lestari Sejahtera Seriang memiliki karakter yang aktif dan penuh rasa ingin tahu. Sekolah ini juga memiliki karakteristik peserta didik yang cukup beragam. Sebagian siswa merupakan anak-anak pekerja kebun sawit yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sementara sebagian lainnya merupakan warga lokal Badau. Perbedaan latar belakang tersebut menciptakan suasana belajar yang unik di dalam kelas. Para siswa memiliki logat bicara dan kebiasaan yang berbeda-beda, namun tetap mampu belajar dan bermain bersama dengan baik.
Keberagaman siswa memberikan pengalaman tersendiri selama proses mengajar berlangsung. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas 3, penulis belajar menyesuaikan cara berkomunikasi dan metode pembelajaran agar materi dapat dipahami seluruh siswa dengan baik. Tidak sedikit siswa yang aktif bertanya dan antusias mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup. Semangat tersebut juga terlihat saat siswa mengikuti latihan tari maupun kegiatan menanam tanaman bersama.
Kehidupan masyarakat perkebunan sawit turut memengaruhi suasana belajar siswa sehari-hari. Aktivitas orang tua yang mayoritas bekerja di perkebunan membuat ritme kehidupan anak-anak berbeda dibandingkan siswa di daerah perkotaan. Meski demikian, para siswa tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Kehadiran mahasiswa magang memberikan suasana baru yang membuat siswa lebih aktif dan percaya diri dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah.
Selama kegiatan magang berlangsung, penulis tidak hanya belajar mengenai proses mengajar, tetapi juga memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat di kawasan perbatasan. Interaksi dengan guru, siswa, dan masyarakat sekitar memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya kemampuan beradaptasi dalam lingkungan pendidikan yang beragam. Pengalaman ini juga memberikan pemahaman bahwa pendidikan di daerah perkebunan memiliki tantangan dan dinamika tersendiri yang berbeda dengan sekolah di perkotaan.
Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pedagogik, komunikasi, kreativitas, serta keterampilan dalam mengelola kelas. Selain itu, pengalaman ini juga memberikan pemahaman bahwa semangat pendidikan dapat tumbuh di berbagai tempat, termasuk di tengah kawasan perkebunan sawit yang jauh dari pusat kota. Kehangatan lingkungan sekolah, keberagaman siswa, dan semangat belajar yang dimiliki peserta didik menjadi pengalaman berharga yang memberikan kesan mendalam selama pelaksanaan kegiatan magang di SDS Tunas Lestari Sejahtera Seriang.
Copyright © 2026,