Dari Alam Menjadi Karya: Mahasiswa PGSD UNY Kenalkan Seni Ecoprint kepada Anak-anak Plosorejo

Penulis : Catur Muhammad Nur Ihwan (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)

Sleman, DIY - Kreativitas dapat tumbuh dari hal-hal sederhana yang tersedia di sekitar lingkungan. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi menyelenggarakan kegiatan pelatihan ecoprint teknik pounding pada media totebag bagi anak-anak di Dusun Plosorejo, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan bertajuk “Dari Alam Menjadi Karya: Pelatihan Ecoprint Teknik Pounding pada Media Totebag bagi Anak-anak” tersebut dilaksanakan pada 9 Mei 2026 di Posko PLK UNY Mengabdi Ploso Green Nest dan diikuti oleh 12 anak-anak setempat. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang mengintegrasikan unsur pendidikan, seni, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dalam satu kegiatan yang menyenangkan serta bermakna bagi peserta. Pelatihan ecoprint dirancang sebagai sarana pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam memanfaatkan bahan-bahan alami menjadi karya seni bernilai estetis. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diajak untuk berkreasi, tetapi juga diperkenalkan pada pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan kekayaan alam sekitar secara bijaksana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pengenalan mengenai ecoprint serta penyampaian tujuan kegiatan kepada peserta. Dalam sesi tersebut, mahasiswa menjelaskan konsep dasar ecoprint sebagai teknik mencetak motif alami pada kain menggunakan daun dan bunga. Anak-anak juga diperkenalkan pada berbagai alat dan bahan yang digunakan selama proses pembuatan ecoprint, termasuk jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan motif dan warna alami yang menarik. Suasana kegiatan semakin antusias ketika peserta mulai diajak mengamati serta memilih daun dan bunga yang akan digunakan. Beragam bentuk, ukuran, dan tekstur daun menjadi bahan eksplorasi yang menarik bagi anak-anak. Proses ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mengajak peserta mengenali berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di lingkungan sekitar mereka. Setelah memilih bahan alam yang diinginkan, peserta mulai menyusun daun dan bunga di atas media totebag sesuai dengan ide dan kreativitas masing-masing. Dengan pendampingan mahasiswa, anak-anak kemudian mempraktikkan teknik pounding, yaitu proses memukul permukaan bahan menggunakan alat tertentu sehingga pigmen dan bentuk alami daun maupun bunga berpindah ke kain. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang menarik bagi peserta karena mereka dapat melihat secara langsung perubahan bahan alami menjadi motif yang unik dan artistik. Tidak hanya berfokus pada proses kreatif, kegiatan ini juga memperkenalkan peserta pada tahapan lanjutan dalam pembuatan ecoprint. Setelah proses pencetakan selesai, totebag hasil karya peserta dikeringkan sebelum memasuki tahap fiksasi warna menggunakan larutan air tawas. Tahap ini bertujuan untuk membantu mempertahankan kualitas dan ketahanan warna alami yang telah tercetak pada kain. Selanjutnya, totebag dijemur kembali hingga kering sempurna sebelum siap digunakan. Melalui pendampingan yang dilakukan secara bertahap, peserta memperoleh pemahaman bahwa menghasilkan sebuah karya membutuhkan proses, ketelitian, dan kesabaran.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik dan kreativitas anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai ketekunan serta tanggung jawab dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Pada sesi evaluasi dan refleksi, anak-anak diberikan kesempatan untuk menunjukkan hasil karya mereka serta menceritakan pengalaman selama mengikuti pelatihan. Berbagai totebag dengan motif yang beragam berhasil dihasilkan oleh peserta, mencerminkan kreativitas dan karakter unik masing-masing anak. Antusiasme peserta terlihat dari rasa bangga saat memperlihatkan hasil karya yang mereka buat sendiri kepada teman-teman dan pendamping kegiatan. Sebagai mahasiswa calon pendidik, penyelenggara kegiatan berharap pelatihan ini dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Melalui pemanfaatan bahan alam yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan, peserta diajak untuk memahami bahwa proses belajar dapat berlangsung di mana saja dan melalui berbagai aktivitas kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan pelatihan ecoprint ini menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa PGSD UNY dalam mendukung pengembangan potensi anak melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Dengan memadukan unsur seni, pendidikan lingkungan, dan keterampilan praktis, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas serta kesadaran ekologis sejak dini, sehingga anak-anak tidak hanya menjadi pencipta karya, tetapi juga generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang.