Mahasiswa PLK Mengabdi PGSD UNY Edukasi Pengelolaan Sampah Plastik melalui Kreasi Kolase Mozaik bagi Anak-Anak Desa

Penulis : Nafisa Rahmatul Jannah (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)

Sampah plastik masih menjadi persoalan lingkungan yang belum sepenuhnya terselesaikan di berbagai wilayah, termasuk di lingkungan permukiman desa. Berangkat dari kondisi tersebut, Nafisa Rahmatul Jannah, mahasiswa Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kelompok Nawasena, menyelenggarakan kegiatan Pengelolaan Sampah Plastik Menjadi Kreasi Kolase Mozaik Motorik Anak di Masjid At-Taqwa, Desa Seyegan, Pundong, Bantul, Yogyakarta, pada Minggu, 18 April 2026, pukul 13.00–16.00 WIB. Kegiatan ini menyasar anak-anak usia TK hingga SD di Desa Seyegan sebagai generasi yang perlu dikenalkan sejak dini dengan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sebanyak 22 anak turut berpartisipasi dengan penuh semangat dari awal hingga akhir acara. Rangkaian kegiatan dibuka dengan salam, perkenalan, dan penyampaian tujuan kegiatan. Peserta kemudian mendapatkan materi singkat mengenai jenis-jenis sampah, dampak sampah plastik terhadap lingkungan, serta pentingnya daur ulang sebagai solusi pengelolaan sampah yang bijak. Setelah itu, mahasiswa PLK memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan serta memberikan demonstrasi cara membuat kolase mozaik dari potongan sampah plastik yang telah disiapkan sebelumnya.

Memasuki sesi praktik, anak-anak mulai membuat karya kolase mozaik sesuai kreativitas masing-masing dengan pendampingan penuh dari mahasiswa PLK. Proses menyusun dan menempel potongan-potongan plastik tidak hanya menghasilkan karya seni yang menarik, tetapi juga secara tidak langsung melatih koordinasi tangan dan mata, meningkatkan ketelitian, konsentrasi, serta kesabaran anak. Kegiatan ditutup dengan sesi pameran mini hasil karya peserta, refleksi singkat, foto bersama, dan pemberian apresiasi kepada seluruh peserta. Nafisa selaku penanggung jawab program menyampaikan bahwa kegiatan ini hadir sebagai respons nyata atas banyaknya sampah plastik yang belum dimanfaatkan secara optimal di lingkungan desa. "Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi barang yang tidak bermanfaat. Dengan sedikit kreativitas, sampah bisa bertransformasi menjadi karya seni yang indah dan bermakna," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru tentang pengelolaan sampah plastik, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna dan estetis. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam memilah dan memanfaatkan sampah sejak usia dini, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program PLK UNY Mengabdi yang sejalan dengan SDGs nomor 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), melalui upaya edukasi pengelolaan sampah demi lingkungan permukiman yang lebih bersih dan tertata, serta SDGs nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), melalui pemanfaatan kembali sampah plastik menjadi produk kreatif yang bernilai guna.