Mengajar di Tengah Perkebunan Kelapa Sawit, Mahasiswa PGSD UNY Perkuat Literasi, Numerasi, dan Karakter Peserta Didik di Kapuas Hulu

Penulis : Vera Agustina (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGAJAR)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) telah menyelesaikan program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) melalui skema UNY Mengajar di SD Tunas Prima Khatulistiwa, Yayasan Tunas Lestari Sejahtera, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Program yang berlangsung selama Januari hingga Juni 2026 ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi pedagogik sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar di wilayah perkebunan kelapa sawit. Berbeda dengan pelaksanaan praktik mengajar pada umumnya, program UNY Mengajar kali ini dilaksanakan di lingkungan sekolah yang berada di kawasan perkebunan sawit. Kondisi geografis tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa dalam memahami karakteristik pendidikan di daerah perkebunan sekaligus memperluas wawasan mengenai pemerataan akses pendidikan di Indonesia.

Selama kurang lebih lima bulan, mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan yang mencakup observasi lingkungan sekolah, penyusunan perangkat pembelajaran, pengembangan media ajar, hingga pelaksanaan pembelajaran secara terbimbing dan mandiri di berbagai jenjang kelas. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu sekolah dalam mendukung proses pembelajaran sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik profesional. Selain melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, mahasiswa juga berkontribusi dalam berbagai program pendukung sekolah, seperti penguatan literasi dan numerasi, pembinaan keagamaan, kegiatan kepramukaan, pengawasan asesmen, piket guru, serta pembiasaan karakter peserta didik. Mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan seminar pendidikan, peringatan Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, penghijauan lingkungan sekolah, serta berbagai proyek pembelajaran berbasis lingkungan yang melibatkan peserta didik secara langsung.

Salah satu program yang memberikan dampak positif adalah pendampingan membaca dan menulis bagi peserta didik yang masih memerlukan bimbingan tambahan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa membantu meningkatkan kemampuan literasi dasar sekaligus menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Di samping itu, pengembangan media pembelajaran yang kreatif serta program penghijauan sekolah turut menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna.

Pelaksanaan program mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah, Yayasan Tunas Lestari Sejahtera, guru pamong, serta seluruh warga sekolah. Antusiasme peserta didik dalam mengikuti berbagai kegiatan menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan program. Meskipun mahasiswa menghadapi tantangan berupa adaptasi terhadap karakteristik peserta didik, keterbatasan fasilitas tertentu, serta dinamika pembelajaran di lingkungan perkebunan, seluruh hambatan tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dan refleksi yang dilakukan secara berkelanjutan bersama guru pamong dan pihak sekolah. Sebagai bentuk pendampingan akademik, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UNY juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala selama program berlangsung. Kegiatan monitoring tersebut tidak hanya menjadi sarana supervisi pelaksanaan program, tetapi juga wadah refleksi dan penguatan kompetensi mahasiswa agar mampu menjalankan tugas mengajar secara profesional, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan sekolah mitra. Melalui program UNY Mengajar ini, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam mengelola pembelajaran, beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang beragam, serta membangun keterampilan sosial dan profesional sebagai calon guru. Di sisi lain, sekolah memperoleh dukungan dalam pelaksanaan pembelajaran, pengembangan media pendidikan, serta penguatan program literasi, numerasi, karakter, dan lingkungan sekolah. Program UNY Mengajar di SD Tunas Prima Khatulistiwa membuktikan bahwa keterbatasan lokasi dan jarak bukanlah penghalang untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Kehadiran mahasiswa UNY di tengah kawasan perkebunan sawit menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemerataan pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat. Ke depan, program ini diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak sekolah di daerah terpencil yang memperoleh manfaat dari kolaborasi pendidikan bersama Universitas Negeri Yogyakarta.