Pelatihan Ecoprint Tingkatkan Kreativitas Siswa Kelas IV SDN Kejambon 2

penulis : anisya ngesthi rahayu (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)

Kreativitas peserta didik dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pengalaman langsung dan pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan ecoprint yang dilaksanakan di SDN Kejambon 2 pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal seni berbasis alam sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB ini dilaksanakan di kelas IV SDN Kejambon 2 dan diikuti oleh 30 siswa. Program kerja pribadi yang diinisiasi oleh mahasiswa PLK UNY Mengabdi Sinduamarta ini bertujuan mengenalkan teknik ecoprint sebagai salah satu bentuk karya seni yang memanfaatkan daun dan bahan alami sebagai media pencetak motif. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga diharapkan dapat menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini kepada peserta didik. Sebelum praktik dimulai, siswa diberikan materi mengenai pengertian ecoprint, manfaat ecoprint bagi lingkungan, alat dan bahan yang diperlukan, serta langkah-langkah pembuatannya. Materi disampaikan secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam sesi tanya jawab sehingga mereka dapat memahami konsep dasar ecoprint dengan lebih baik. Berbagai jenis daun yang memiliki bentuk dan tekstur berbeda diperkenalkan kepada siswa untuk menunjukkan keragaman motif yang dapat dihasilkan dari bahan alami. Untuk mendukung kegiatan praktik, setiap siswa memperoleh sebuah totebag kain yang digunakan sebagai media pembuatan ecoprint. Selanjutnya, siswa diajak memilih daun yang telah disediakan dan menyusunnya di atas totebag sesuai dengan pola dan desain yang mereka inginkan.

Setelah itu, siswa mengikuti tahapan pencetakan motif hingga terbentuk corak alami yang unik pada  permukaan kain. Setiap totebag yang dihasilkan memiliki motif yang berbeda, mencerminkan kreativitas dan imajinasi masing-masing peserta.  Antusiasme siswa terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka aktif bertanya mengenai proses pembuatan ecoprint dan menunjukkan ketertarikan saat menyusun daun untuk membentuk pola yang menarik. Suasana kelas menjadi lebih hidup ketika siswa saling berbagi ide  dan membandingkan hasil karya yang mereka buat. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar mengenai teknik berkarya, tetapi juga mengembangkan keterampilan motorik, ketelitian, dan kemampuan berkreasi. Penanggung jawab kegiatan, Anisya Ngesthi Rahayu, menyampaikan bahwa pelatihan ecoprint ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa bahan- bahan yang ada di sekitar mereka dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai seni dan nilai guna. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media untuk mengenalkan konsep pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan. Melalui program kerja pribadi ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru di bidang seni, tetapi juga belajar menghargai lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Totebag hasil karya siswa menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dapat tumbuh dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar mereka. Diharapkan pengalaman ini dapat menginspirasi siswa untuk terus berkarya, mencintai lingkungan, serta mengembangkan berbagai inovasi kreatif yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari