You are here
Tim Santara Asa Mengabdi Gelar Kelas Eksperimen Sederhana untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Yayasan Sayap Ibu 1 Cabang Yogyakarta
Primary tabs

Penulis : Auli Indra Dewi (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)
Sebanyak enam siswa berkebutuhan khusus (ABK) dari tingkat SD dan SMP di Yayasan Sayap Ibu 1 cabang Yogyakarta menjadi peserta dalam kegiatan “Kelas Eksperimen Sederhana” yang digelar oleh Tim Santara Asa Mengabdi. Kegiatan yang berlangsung dalam tiga pertemuan berturut-turut pada bulan April ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat atau setara dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Berlokasi di kawasan Yayasan Sayap Ibu 1 Cabang Yogyakarta, kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi belajar siswa sekaligus mengenalkan konsep sains dasar melalui metode eksperimen yang menyenangkan. Pada pertemuan pertama, tim pelaksana melakukan asesmen gaya belajar terhadap keenam peserta yang terdiri dari satu siswa kelas 1 SD, satu siswa kelas 2 SD, dua siswa kelas 6 SD, dan dua siswa SMP (semuanya ABK rendah ke sedang). Asesmen dilakukan melalui observasi dan pengerjaan lembar asesmen untuk mengidentifikasi apakah siswa lebih dominan belajar secara visual, auditori, atau kinestetik. Hasil asesmen ini kemudian menjadi acuan dalam menyesuaikan pendekatan pengajaran pada pertemuan-pertemuan berikutnya. Memasuki pertemuan kedua, siswa diajak membuat air mancur sederhana menggunakan bahan-bahan aman yang mudah ditemukan sehari-hari, yaitu larutan sitrun (asam sitrat), sabun cuci piring, dan soda kue. Reaksi kimia antara sitrun dan soda kue menghasilkan gelembung gas yang didorong sabun sehingga menyembur ke atas layaknya air mancur. Para siswa tampak antusias menyaksikan percobaan ini, terutama karena mereka dapat langsung mencampurkan bahan-bahan tersebut di bawah bimbingan pendamping.
Pertemuan ketiga kegiatan dengan pembuatan pesawat tiup sederhana dari kertas origami dan sedotan. Setiap siswa melipat kertas origami menjadi bentuk pesawat kecil, kemudian menempelkan sedotan di bagian bawah sebagai saluran udara. Dengan meniup sedotan, pesawat dapat meluncur. Kegiatan ini memiliki sistem perlombaan, siapa yang paling panjang jatuh pesawatnya, maka siswa tersebut yang menang. Eksperimen ini tidak hanya melatih motorik halus siswa, tetapi juga mengajarkan prinsip dasar gaya dorong dan aliran udara. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB setiap pertemuan ini mendapat sambutan hangat dari para pendamping yayasan. Menurut koordinator Tim Santara Asa Mengabdi, metode eksperimen sederhana dipilih agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar tanpa tekanan, sekaligus mengasah rasa ingin tahu dan kepercayaan diri mereka. Ke depan, tim berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Yayasan Sayap Ibu 1 cabang Yogyakarta.
Copyright © 2026,