Bahasa Indonesia
English
You are here
Tim PLK - UNY Mengabdi Adhinara Wujudkan Pengabdian Bermakna bagi Anak Disabilitas di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu DIY
Primary tabs

Penulis : Ulil Albab (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)
Selama empat bulan, Tim Adhinara yang tergabung dalam program PLK - UNY Mengabdi hadir di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mendampingi anak-anak penyandang disabilitas. Setiap harinya, program kerja dijalankan secara bergantian oleh masing-masing anggota tim, sehingga anak-anak panti mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan berkelanjutan sepanjang masa pengabdian. Salah satu anggota tim, Ulil Albab, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menjalankan lima program kerja individu yang masing-masing dilaksanakan pada hari yang berbeda, disesuaikan dengan jadwal bergantian bersama anggota tim lainnya. Kelima program tersebut adalah Permainan Menara Gelas, Bimbingan Belajar Calistung, Eksplorasi Outdoor, Serupa Tapi Tak Sama, dan Membuat Bunga Kawat Bulu. Pada hari pelaksanaannya, Permainan Menara Gelas mengajak anak-anak menyusun gelas secara piramidal, dimulai dari lima gelas di baris terbawah hingga satu gelas di puncak, melatih konsentrasi sekaligus koordinasi gerak tangan. Di lain hari, Bimbel Calistung hadir sebagai sesi pendampingan membaca, menulis, dan berhitung yang disampaikan secara interaktif dan adaptif sesuai kemampuan masing-masing anak. Eksplorasi Outdoor menjadi program yang paling berbeda suasananya, karena memanfaatkan area kebun di halaman pendopo panti sebagai ruang belajar terbuka. Pada hari tersebut, anak-anak dibagi dalam kelompok kecil untuk mengamati berbagai objek di sekitar mereka, mencatat nama, warna, dan tekstur benda yang ditemukan, lalu mempresentasikan hasilnya. Kegiatan ini membangkitkan antusiasme anak-anak sekaligus melatih kemampuan observasi dan keberanian berbicara di depan umum.
Di hari lainnya, Serupa Tapi Tak Sama menghadirkan tantangan visual di mana anak anak diminta menemukan perbedaan dari dua gambar yang tampak hampir identik, mengasah ketelitian dan kemampuan analisis secara menyenangkan. Sementara itu, Membuat Bunga Kawat Bulu menjadi sesi prakarya yang melatih motorik halus sekaligus menjadi momen membanggakan ketika anak-anak berhasil menyelesaikan karya mereka sendiri. Seluruh kegiatan terlaksana atas kolaborasi Tim Adhinara bersama dosen pembimbing serta dukungan penuh dari pengurus Yayasan Sayap Ibu DIY. Bagi Ulil dan seluruh anggota tim, empat bulan di Panti 3 bukan sekadar kewajiban akademis, melainkan pengalaman yang mengajarkan arti ketulusan dalam mendidik. Mereka berharap setiap program yang telah dijalankan dapat meninggalkan kesan positif dan menjadi bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak-anak di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu DIY
Copyright © 2026,