Mahasiswa PGSD UNY Gelar Pelatihan Ecoprint Teknik Pounding bagi Anak-anak di Dusun Carikan

Penulis: Benedikta Gloria Anjaswari (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK UNY MENGABDI 2025/2)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2023 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Benedikta Gloria Anjaswari, melaksanakan program kerja individu UNY- MENGABDI 2025/2 berupa pelatihan ecoprint teknik pukul (pounding) bagi anak-anak sekolah dasar di Aula Masjid Al-Muttaqin, Dusun Carikan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (19/4/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB tersebut diikuti oleh 17 anak sekolah dasar dan didampingi oleh mahasiswa peserta PLK UNY Mengabdi lintas program studi.

Program kerja ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat dalam program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Dr. Agung Hastomo. Dalam pelaksanaannya, Benedikta Gloria Anjaswari dibantu oleh sembilan mahasiswa lainnya yang terdiri atas empat mahasiswa Manajemen, empat mahasiswa Arsitektur, dan satu mahasiswa PGSD. Seluruh mahasiswa turut mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung agar pelatihan berjalan tertib, aman, dan menyenangkan.

Kegiatan pelatihan ecoprint bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan alami di lingkungan sekitar menjadi karya seni yang ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak membuat motif pada totebag menggunakan daun dan bunga segar dengan teknik pounding atau teknik pukul. Sebelum praktik dimulai, peserta terlebih dahulu diberikan materi singkat mengenai pengertian ecoprint, manfaat ecoprint, alat dan bahan yang digunakan, serta langkah-langkah pembuatan ecoprint teknik pounding. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar.
Setelah penyampaian materi, peserta dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing terdiri atas 4–5 anak dengan pendamping mahasiswa di setiap kelompok. Peserta kemudian diajak mencari daun dan bunga di sekitar Dusun Carikan untuk digunakan sebagai bahan ecoprint. Kegiatan tersebut dilakukan agar anak-anak dapat mengenal dan memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menggunakan totebag ukuran 25x30 cm sebagai media ecoprint. Daun dan bunga segar seperti daun pepaya, daun singkong, serta berbagai jenis bunga dengan pigmen warna kuat digunakan untuk menghasilkan motif alami pada totebag. Selain itu, digunakan pula tawas dan air bersih untuk membantu proses penguncian warna agar hasil ecoprint lebih tahan lama. Proses pembuatan dimulai dengan menyusun daun dan bunga di atas permukaan totebag
sesuai pola yang diinginkan. Setelah itu, bagian dalam totebag diberi plastik dan bagian luar ditutup plastik bening agar susunan daun tidak bergeser serta menjaga alat dan totebag tetap bersih selama proses pemukulan berlangsung. Daun kemudian dipukul secara merata menggunakan palu kayu hingga warna dan bentuk daun berpindah ke totebag. Setelah proses pemukulan selesai, daun dan bunga dilepaskan secara perlahan dari permukaan totebag. Totebag kemudian direndam dalam larutan tawas selama lima menit untuk mengunci warna, lalu dijemur hingga kering dan siap digunakan. Sambil menunggu totebag dijemur, peserta mengikuti permainan kuis berisi lima
pertanyaan seputar materi ecoprint dan kegiatan yang telah dilakukan. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan doorprize sehingga suasana kegiatan berlangsung semakin meriah dan menyenangkan. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapat respons positif dari peserta. Anak-
anak terlihat aktif memilih daun, menyusun pola, serta mencoba membuat motif ecoprint secara mandiri dengan pendampingan mahasiswa. Mereka juga saling menunjukkan hasil karya masing- masing selama kegiatan berlangsung. Sebanyak 17 totebag berhasil dibuat dalam kegiatan ini dan seluruh hasil karya dibawa
pulang oleh peserta. Melalui program kerja ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman baru dalam bidang seni dan keterampilan, tetapi juga memahami bahwa daun dan bunga di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi produk kreatif yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas serta meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sejak dini.