Dosen Departemen Pendidikan Sekolah Dasar FIP UNY Paparkan Pentingnya Literasi Budaya dan Kritis di Era AI pada TERC7

Dalam rangka kegiatan konferensi internasional TERC7 (The 7th International Conference), telah dilaksanakan sesi presentasi akademik yang menghadirkan Dosen Departemen Pendidikan Sekolah Dasar FIP UNY Safitri Yosita Ratri, Ph.D sebagai presenter. Pada kesempatan tersebut, beliau memaparkan materi bertajuk “Inspiring Cultural & Critical Literacy: Honoring Educators’ Challenges and Students’ Unique Backgrounds in the AI Era.”

Presentasi ini membahas pentingnya literasi budaya dan literasi kritis di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini. Safitri Yosita Ratri, Ph.D menekankan bahwa peran pendidik tidak dapat tergantikan oleh teknologi, melainkan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sambil tetap memperhatikan latar belakang unik setiap peserta didik. Dalam pemaparannya juga disampaikan mengenai pentingnya membangun karakter, kesadaran kritis, serta keteladanan guru di tengah perkembangan teknologi digital.

Setelah sesi presentasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanggapan oleh reactor, yaitu Dr. Kathleen M. Morales, Ph.D. Dalam tanggapannya, beliau memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan karena dinilai relevan dengan kondisi pendidikan global saat ini. Dr. Kathleen M. Morales, Ph.D juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara literasi budaya, pemanfaatan teknologi, dan penguatan karakter peserta didik dalam proses pembelajaran di era digital.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta konferensi antusias memberikan pertanyaan serta pandangan terkait implementasi literasi kritis dan budaya dalam pembelajaran berbasis teknologi. Safitri Yosita Ratri, Ph.D memberikan jawaban dan penjelasan secara komprehensif sehingga diskusi berjalan aktif dan memberikan wawasan baru bagi para peserta.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman para akademisi dan pendidik mengenai pentingnya mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan karakter di tengah perkembangan teknologi dan algoritma pada dunia pendidikan modern.