Pelatihan Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis Digital Diikuti 100 Guru SD se-Kabupaten Sleman

Sebanyak 100 guru Sekolah Dasar (SD) dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan pelatihan penyusunan instrumen penilaian hasil belajar berbasis digital. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Condongcatur sebagai bentuk upaya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Pelatihan ini berfokus pada pengembangan instrumen penilaian untuk mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat sekolah dasar. Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai konsep asesmen yang efektif, prinsip penyusunan soal yang berkualitas, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses penilaian.

Narasumber kegiatan ini Raudya Setya Wismoko Putri, M.Pd, yang memberikan materi utama terkait strategi penyusunan instrumen penilaian berbasis digital yang inovatif dan aplikatif. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh Tim Pengabdi yang terdiri dari Dr. Anwar Novianto, M.Pd, dan Dr. Firmansyah, M.Pd, yang turut memberikan pendampingan serta berbagi pengalaman dalam implementasi asesmen digital di sekolah dasar.

Selama pelatihan, para guru tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melakukan praktik langsung dalam menyusun instrumen penilaian berbasis digital. Beberapa platform dan aplikasi pendukung pembelajaran turut diperkenalkan untuk membantu guru dalam membuat soal interaktif, kuis online, serta sistem penilaian yang lebih efisien dan akurat.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru terkait inovasi dalam penilaian pembelajaran, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses evaluasi hasil belajar siswa.

Penyelenggara berharap melalui pelatihan ini, para guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas serta mampu menyusun instrumen penilaian yang lebih relevan, objektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, diharapkan hasil belajar siswa dapat terukur secara lebih optimal dan bermakna.