Bahasa Indonesia
English
You are here
Akselerasi SDGs Desa: KKN Kemanusiaan UNY x UNSAM dalam Pemulihan dan Resiliensi Pasca-Bencana di Aceh Tamiang
Primary tabs

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Samudra (UNSAM) dilaksanakan pada 8 Januari hingga 4 Februari 2026 merupakan bentuk respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai bantuan darurat, melainkan sebagai upaya sistematis dalam merehabilitasi struktur sosial, pendidikan dan infrastruktur masyarakat.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara UNY dan Universitas Samudra (UNSAM) yang mengintegrasikan keahlian multidisiplin mahasiswa untuk mempercepat pemulihan di lapangan. Penempatan mahasiswa dilakukan secara tersebar di 24 desa yang mencakup tiga kecamatan terdampak paling parah, yaitu Bendahara, Manyak Payed, dan Karang Baru. Salah satu titik penempatannya berada di Desa Suka Jadi Paya Bujok.
Sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), fokus utama diberikan pada pemulihan kesehatan mental dan kesejahteraan warga. Mahasiswa melaksanakan program pendampingan psikososial dan trauma healing kepada anak-anak untuk mengembalikan keceriaan dan motivasi mereka pasca-trauma banjir. Melalui kegiatan seperti bermain, senam, dan belajar bersama. Selain itu, kegiatan sanitasi dan pembersihan fasilitas umum seperti masjid, balai desa, selokan dilakukan guna mencegah munculnya wabah penyakit pasca-genangan, memastikan lingkungan kembali layak huni dan sehat bagi warga desa.
Kontribusi terhadap SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui penyelenggaraan kelas pembelajaran darurat di SD Paya Kulbi dan bimbingan belajar rutin di posko KKN. Mahasiswa memastikan bahwa akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terdampak tidak terputus meskipun fasilitas sekolah mereka mengalami kerusakan. Dengan metode pembelajaran yang kreatif dan edukatif, program ini tidak hanya menjaga keberlangsungan akademik siswa, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar di tengah situasi darurat yang penuh keterbatasan. “Melalui kelas darurat ini, kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk pendidikan yang berkualitas.” Ujar Wahyu Setyo Nugroho, salah satu peserta KKN Kemanusiaan dari UNY.
Copyright © 2026,