Mahasiswa PLK UNY Mengajar Terapkan Model Two Stay Two Stray dalam Pembelajaran IPAS di SD Negeri Taraman

Hassan - PLK UNY MENGAJAR PGSD FIP UNY 2026/1

Ngaglik, Sleman — Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Kependidikan (PLK) UNY Mengajar melaksanakan kegiatan pembelajaran IPAS di SD Negeri Taraman, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) pada materi sejarah perkembangan agama Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia.

Pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan bermakna bagi peserta didik. Melalui materi sejarah agama Hindu, Buddha, dan Islam, siswa diajak memahami proses perkembangan agama dan kebudayaan di Indonesia serta berbagai peninggalan sejarah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PLK UNY membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mempelajari materi yang telah ditentukan dan mendiskusikan informasi penting bersama anggota kelompok. Setelah diskusi selesai, diterapkan model Two Stay Two Stray, yaitu dua anggota kelompok tetap berada di kelompoknya untuk memberikan informasi, sementara dua anggota lainnya berkunjung ke kelompok lain untuk memperoleh informasi dan bertukar pengetahuan.

Kegiatan tersebut mendorong siswa untuk tidak hanya memahami materi dari kelompoknya sendiri, tetapi juga belajar dari kelompok lain. Siswa mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, mendengarkan penjelasan teman, serta membandingkan informasi yang diperoleh.

Mahasiswa PLK UNY juga memanfaatkan media pembelajaran yang mendukung pemahaman siswa terhadap materi sejarah. Penyajian informasi mengenai perkembangan agama Hindu, Buddha, dan Islam dibuat secara kontekstual sehingga siswa dapat menghubungkan materi dengan berbagai peninggalan sejarah dan kebudayaan yang terdapat di Indonesia.

Penerapan model TSTS dalam pembelajaran IPAS diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Selain pemahaman terhadap materi, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, berpikir kritis, dan menghargai pendapat orang lain.

Kegiatan pembelajaran berlangsung secara interaktif. Siswa terlihat aktif berdiskusi dan antusias ketika melakukan kunjungan antarkelompok. Suasana tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah dapat dikemas melalui aktivitas kolaboratif yang memberikan ruang bagi siswa untuk menjadi bagian aktif dalam proses memperoleh pengetahuan.

Bagi mahasiswa PLK UNY, kegiatan ini menjadi pengalaman penting dalam mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan pedagogis yang telah diperoleh selama perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan menyenangkan.

Melalui kegiatan UNY Mengajar, mahasiswa diharapkan terus berkontribusi dalam menghadirkan inovasi pembelajaran di sekolah sekaligus memperoleh pengalaman nyata dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik. Pembelajaran IPAS melalui model Two Stay Two Stray di SD Negeri Taraman menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang mendukung terciptanya pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna bagi peserta didik.