You are here
Belajar Perkalian Sambil Jadi Chef Pizza, Siswa Kelas IV A SDN Bangirejo 1 Antusias Kumpulkan Poin
Primary tabs

Rabu, 9 September 2026 — Pembelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan ketika siswa tidak hanya duduk menghitung soal, tetapi juga diberi kesempatan untuk bermain, berkompetisi, dan berperan sebagai seorang chef. Inovasi tersebut diterapkan oleh Nurma Tasya, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui pembelajaran matematika materi perkalian bilangan cacah sampai 100 di kelas IV A.
Dalam praktik mengajarnya, Mahasiswa mengemas materi perkalian melalui roleplay “Chef Pizza” yang dipadukan dengan permainan berbasis Team Games Tournament (TGT). Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami konsep perkalian.
Kegiatan diawali dengan apersepsi dan penguatan konsep perkalian. Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diperkenalkan pada permainan Chef Pizza. Setiap siswa berperan sebagai chef yang bertugas menyelesaikan tantangan untuk mengumpulkan berbagai topping pizza. Keseruan dimulai ketika berbagai topping pizza diletakkan dalam keadaan tertutup. Siswa secara bergantian mengambil topping yang telah dipilih. Di balik setiap topping terdapat soal perkalian yang harus diselesaikan. Siswa yang mampu menjawab dengan tepat akan memperoleh poin untuk kelompoknya.
Permainan berlangsung dengan penuh antusias. Siswa berlomba menyelesaikan soal dengan cepat dan tepat, sekaligus saling berdiskusi dengan anggota kelompok. Sistem poin membuat siswa terdorong untuk berpartisipasi aktif, sementara unsur permainan menjadikan latihan perkalian terasa seperti sebuah tantangan yang menyenangkan.
Melalui permainan tersebut, siswa tidak hanya berlatih menghitung. Mereka juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, berpikir cepat, bertanggung jawab terhadap kelompok, dan menghargai kontribusi teman. Konsep TGT memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mengambil bagian dalam permainan dan memberikan kontribusi terhadap perolehan poin kelompok.
Menurut Nurma Tasya, penggunaan konteks pizza dipilih agar materi perkalian lebih dekat dengan pengalaman siswa.
“Melalui roleplay sebagai chef pizza, siswa tidak hanya mengerjakan soal perkalian, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aktif. Mereka dapat belajar sambil bermain dan bekerja sama dengan teman dalam menyelesaikan tantangan,” ujar Nurma Tasya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar dapat dikemas melalui pendekatan yang kreatif dan kontekstual. Materi yang sebelumnya identik dengan latihan hitung dapat dikembangkan menjadi pengalaman belajar yang melibatkan aktivitas fisik, interaksi kelompok, dan kompetisi sehat.
Praktik pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa PK UNY tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Bermutu, melalui penerapan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan.
Melalui kegiatan Chef Pizza, pembelajaran perkalian tidak lagi sekadar tentang menemukan jawaban yang benar. Siswa diajak mengalami proses belajar secara langsung, memilih topping, menyelesaikan tantangan, mengumpulkan poin, dan bekerja bersama sebagai satu tim.
Praktik Kependidikan yang dilakukan Nurma Tasya menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas mahasiswa calon pendidik dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan kontekstual bagi siswa sekolah dasar.
Copyright © 2026,