MENJELAJAH LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALKU, MAHASISWA PK UNY DAMPINGI KELAS 4 SDN JETISHARJO BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA

YOGYAKARTA – SDN Jetisharjo menggelar kegiatan pembelajaran inovatif mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV pada Rabu, 9 September 2026. Pembelajaran yang dipimpin oleh guru mahasiswa PK UNY, Fauziyatun Nurul Farida, dan didampingi Guru Kelas Kurnia Sani, S.Pd. ini mengambil "Bab 1: Mengenal Lingkungan Sekitar" dengan lingkup materi "Menjelajah Lingkungan Tempat Tinggalku". Diikuti oleh 28 peserta didik reguler, kegiatan ini diintegrasikan secara langsung dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pendekatan Deep Learning, serta SDGs Tujuan ke-15 (Life on Land/Ekosistem Daratan) melalui materi pemeliharaan lingkungan alam.

Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik mampu membedakan karakteristik lingkungan alam dan buatan, menjelaskan manfaatnya, serta menerapkan cara memeliharanya sebagai wujud tanggung jawab terhadap wilayah tempat tinggal mereka. Proses pelaksanaan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi (TPACK). Peserta didik diorientasikan pada masalah nyata melalui tayangan video pembelajaran YouTube dan cerita petualangan. Setelah itu, dengan melibatkan kerja sama kelompok kecil, peserta didik aktif melakukan penyelidikan menggunakan buku siswa dan menyelesaikan tantangan pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Proses ini juga diperkuat dengan permainan edukatif interaktif melalui media digital Wordwall.

 Melalui pembelajaran mendalam ini, mahasiswa PK UNY berhasil menumbuhkan budaya belajar kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif pada diri siswa kelas IV. Peserta didik kini mampu memahami dampak nyata dari tindakan manusia terhadap lingkungan, seperti pentingnya membuang sampah pada tempanya, pemilahan sampah dengan benar, penghijauan untuk mencegah longsor serta larangan merusak ekosistem. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini adalah terbentuknya karakter warga negara yang bertanggung jawab terhadap kelestarian wilayahnya. Kontribusi nyata terhadap SDGs terlihat dari peningkatan pemahaman bermakna siswa bahwa lingkungan yang dijaga dengan baik akan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah tetap melaksanakan kegiatan “GENRE” atau bersih-bersih lingkungan sekolah. Diharapkan, kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan ini tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di lingkungan rumah masing-masing dan masyarakat serikat