You are here
BELAJAR DARI KELUARGA: PEMBELAJARAN AKTIF DAN BERMAKNA BERBASIS CTL DALAM MENDUKUNG SDGs 4
Primary tabs

Nabilla Agus Auliawati merupakan salah satu mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sedang melaksanakan praktik Kependidikan (PK) di SD Muhammadiyah 2 Pakem. Ia melaksanakan kegiatan pembelajaran salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran IPAS dengan materi “Peran Anggota Keluarga” yang dilaksanakan pada Kamis, 11 September 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas III dengan melibatkan siswa dalam pembelajaran secara aktif dan berkelompok. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri atas 3 siswa. Kegiatan pembelajaran ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pelaksanaan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar.
Tujuan kegiatan ini adalah agar siswa mampu memahami peran anggota keluarga, norma yang berlaku dalam keluarga, serta penerapan nilai-nilai dalam kehidupan keluarga. Proses pembelajaran dilaksanakan menggunakan pendekatan CTL dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dalam kegiatan individu siswa akan mengangkat kartu sesuai atau tidak sesuai setelah guru membacakan kartu kasus yang telah disediakan. Dalam kegiatan kelompok, siswa membaca dan memahami materi, kemudian menggunting serta menempelkan berbagai kartu pada kertas asturo sesuai dengan tugas yang diberikan. Setiap kelompok menyelesaikan tiga tugas, yaitu menentukan peran anggota keluarga seperti ayah, ibu, kakak, dan adik. Tugas kedua yaitu menjodohkan kartu kasus perilaku yang tidak mematuhi norma dalam keluarga dengan kartu norma yang sesuai, serta menentukan bentuk penerapan nilai-nilai dalam keluarga.
Pelaksanaan kegiatan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, bekerja sama, berdiskusi, serta menghubungkan materi IPAS dengan pengalaman mereka dalam kehidupan keluarga. Melalui kegiatan membaca, memahami, menggunting, menjodohkan, dan menempel, siswa menjadi lebih terlibat dalam proses pembelajaran sehingga materi tentang peran, norma, dan nilai dalam keluarga lebih mudah dipahami. Kegiatan kelompok juga melatih kemampuan bekerja sama, bertanggung jawab terhadap tugas, serta menghargai pendapat anggota kelompok. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap SDG 4 melalui pembelajaran yang berkualitas, aktif, dan berpusat pada siswa.
Melalui kegiatan pembelajaran ini, diharapkan siswa dapat menerapkan pemahaman tentang peran anggota keluarga, norma, dan nilai-nilai keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan menggunakan aktivitas pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan melibatkan siswa secara langsung agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, pemahaman yang diperoleh siswa diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan di rumah sehingga terbentuk sikap tanggung jawab, kerja sama, saling menghargai, dan peduli terhadap anggota keluarga.
Copyright © 2026,