Kenali Sistem Pernapasan, Tumbuhkan Kepedulian terhadap Kesehatan melalui Pembelajaran Berbasis SDGs di SD Negeri Baciro

Yogyakarta – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran IPAS di SD Negeri Baciro, Yogyakarta. Kegiatan pembelajaran ditujukan kepada murid kelas VI dengan materi “Sistem Pernapasan Manusia”. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pengamatan, penggunaan media konkret, diskusi, dan refleksi. Pembelajaran tersebut dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan mengajak murid memahami sistem pernapasan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan diri.

Pembelajaran menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan model Discovery Learning yang memberikan ruang bagi murid untuk membangun pemahaman melalui pengalaman belajar secara langsung. Materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga dikembangkan melalui pengamatan, penggunaan media konkret, diskusi, komunikasi, dan refleksi. Pendekatan tersebut membuat murid memiliki kesempatan untuk menghubungkan konsep yang dipelajari dengan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Pengalaman sehari-hari menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Tayangan mengenai aktivitas berolahraga digunakan sebagai pemantik untuk mengajak murid memperhatikan perubahan pernapasan setelah melakukan aktivitas fisik. Dari pengalaman tersebut, murid mulai mengemukakan pendapat dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi ketika manusia bernapas. Rasa ingin tahu tersebut kemudian diarahkan pada pemahaman mengenai organ-organ pernapasan dan jalannya udara di dalam tubuh.

Untuk membantu murid memahami konsep secara lebih nyata, pembelajaran memanfaatkan model sistem pernapasan manusia pada papan/karton. Media konkret tersebut digunakan sebagai sarana bagi murid untuk mengamati susunan organ dan menghubungkannya dengan proses pernapasan. Pengalaman mengamati secara langsung membuat materi yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih mudah dipahami dan memberikan kesempatan kepada murid untuk menemukan hubungan antara organ dan proses yang terjadi dalam sistem pernapasan.

Pembelajaran kemudian berkembang melalui kegiatan kolaboratif dalam kelompok. Murid bersama teman-temannya mengamati media, mengerjakan LKM, mengidentifikasi organ pernapasan, memahami urutan jalannya udara, serta mendiskusikan cara menjaga kesehatan sistem pernapasan. Setiap anggota kelompok diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat sebelum menentukan hasil bersama. Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran tidak hanya mengembangkan pengetahuan, tetapi juga melatih penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, dan kemampuan berkomunikasi.

Hasil pemikiran murid selanjutnya dikomunikasikan melalui presentasi kelompok. Murid menyampaikan hasil pengamatan dan diskusi, kemudian mendapatkan tanggapan dari kelompok lain serta penguatan dari guru. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada murid untuk berani menyampaikan pemahaman, mendengarkan pendapat orang lain, dan memperbaiki pemahaman ketika menemukan konsep yang masih kurang tepat.

Hal yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah menghubungkan pengetahuan dengan tindakan nyata. Melalui diskusi dan refleksi, murid diajak memikirkan kebiasaan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan organ pernapasan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, materi sistem pernapasan tidak berhenti pada pengenalan nama organ dan prosesnya, tetapi berkembang menjadi kesadaran bahwa kesehatan tubuh perlu dijaga melalui perilaku yang baik.

Pembelajaran sistem pernapasan di SD Negeri Baciro menjadi salah satu bentuk penguatan SDGs tujuan ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pendidikan. Pengalaman belajar yang memadukan konteks kehidupan sehari-hari, media konkret, kolaborasi, dan refleksi membantu murid memahami bahwa pengetahuan tentang kesehatan memiliki hubungan langsung dengan kehidupan mereka. Melalui pembelajaran tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan dan menerapkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.