Praktik Kependidikan Hadirkan Pembelajaran Matematika Interaktif melalui “Misi Memancing Ikan” di SD Negeri Caturtunggal 7

Sleman, 9 September 2026 — Mahida Ismala, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan kegiatan praktik mengajar Matematika di kelas III SD Negeri Caturtunggal 7. Kegiatan yang berlangsung selama 2 × 35 menit tersebut mengangkat materi kalimat matematika dengan fokus pada menentukan nilai yang belum diketahui dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100. Pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui kegiatan belajar yang aktif, interaktif, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran menggunakan model Direct Instruction yang dipadukan dengan metode tanya jawab, diskusi, penugasan, pemecahan masalah, dan presentasi. Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk membangun semangat dan kesiapan belajar peserta didik, kemudian dilanjutkan dengan apersepsi melalui operasi penjumlahan dan pengurangan sederhana yang ditampilkan menggunakan PowerPoint. Peserta didik selanjutnya diperkenalkan pada permasalahan kontekstual untuk memahami kalimat matematika yang memuat nilai belum diketahui. Setelah menyimak penjelasan dan demonstrasi langkah penyelesaian, peserta didik mengikuti kegiatan utama berupa “Misi Memancing Ikan”. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok dan secara bergiliran memancing ikan yang berisi soal kalimat matematika. Soal yang diperoleh dibawa kepada kelompok untuk dibaca dan diselesaikan melalui diskusi bersama sebelum diperiksa oleh guru.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang kondusif dan peserta didik terlihat aktif mengikuti rangkaian pembelajaran, terutama ketika melakukan aktivitas memancing ikan dan berdiskusi bersama kelompok. Setelah menyelesaikan soal, perwakilan kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil pengerjaan serta menjelaskan langkah penyelesaian di depan kelas dengan memanfaatkan papan tulis atau Interactive Flat Panel (IFP). Peserta didik dari kelompok lain juga diberikan kesempatan untuk mencermati hasil pengerjaan dan memberikan tanggapan. Kegiatan tersebut tidak hanya membantu peserta didik memahami konsep nilai yang belum diketahui, tetapi juga memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan bernalar, berkomunikasi, dan bekerja sama. Pendampingan serta umpan balik diberikan selama proses pembelajaran untuk membantu peserta didik yang memiliki tingkat pemahaman berbeda.

Kegiatan pembelajaran kemudian ditutup dengan refleksi mengenai pengalaman dan pemahaman peserta didik, penyimpulan materi, asesmen individu, serta pemberian apresiasi atas partisipasi selama pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK memperoleh pengalaman dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang menyesuaikan karakteristik peserta didik, sekaligus turut menciptakan pengalaman belajar Matematika yang lebih aktif dan menyenangkan. Pemanfaatan aktivitas permainan, diskusi kelompok, dan teknologi pembelajaran diharapkan dapat terus dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran berikutnya sebagai bagian dari upaya mendukung pendidikan yang berkualitas dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.