Membangun Generasi Berkarakter: Aksi Nyata SDN Tegalrejo 1 Yogyakarta Melalui Edukasi dan Deklarasi Anti Perundungan

Lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak serta menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Hal tersebut menjadi perhatian dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 di SDN Tegalrejo 1 Yogyakarta melalui sosialisasi dan deklarasi anti perundungan yang melibatkan seluruh murid. Mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran murid mengenai pentingnya saling menghargai, menjaga keamanan bersama, dan mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Upaya tersebut sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Bermutu) melalui penguatan lingkungan belajar yang aman dan inklusif serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penciptaan lingkungan yang damai dan perlindungan anak dari kekerasan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai perundungan yang membahas pengertian, bentuk-bentuk, dampak, serta langkah yang dapat dilakukan murid untuk mencegahnya. Materi disampaikan secara sederhana dan disesuaikan dengan karakteristik murid sekolah dasar agar dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sosialisasi, seluruh murid mengikuti deklarasi anti perundungan dengan membubuhkan cap tangan pada banner berukuran besar sebagai simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menggambar dan mewarnai sesuai tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Melalui kegiatan tersebut, murid memperoleh ruang untuk mengekspresikan pemahaman dan gagasannya mengenai kepedulian, perlindungan, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Pelaksanaan kegiatan berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran murid mengenai pentingnya mencegah perundungan serta membangun hubungan yang saling menghargai. Keterlibatan seluruh murid dalam deklarasi menunjukkan adanya partisipasi bersama dalam menciptakan budaya sekolah yang positif dan ramah anak. Sementara itu, kegiatan menggambar dan mewarnai memberikan kesempatan kepada murid untuk menyampaikan gagasan secara kreatif sekaligus memperkuat pesan mengenai kepedulian dan perlindungan terhadap anak. Hal tersebut mendukung SDG 4 melalui penguatan pendidikan karakter dan penciptaan lingkungan belajar yang inklusif, serta SDG 16 melalui upaya membangun lingkungan sekolah yang damai, aman, dan bebas dari kekerasan.
Komitmen yang telah dibangun melalui deklarasi diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Murid diharapkan mampu membangun interaksi yang dilandasi sikap saling menghargai, peduli terhadap teman, serta berani mencari bantuan dari guru atau orang dewasa ketika menghadapi maupun menemukan tindakan perundungan. Nilai-nilai yang diperoleh melalui sosialisasi dan kegiatan kreatif juga diharapkan dapat terus diperkuat melalui pembiasaan dalam kehidupan sekolah. Dengan keberlanjutan tersebut, upaya perlindungan anak tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, tetapi dapat berkembang menjadi budaya sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh murid.