PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA “PERKALIAN KANTONG” UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS 3B SDN TEGALREJO 2 YOGYAKARTA

Pada tanggal 15 September 2026, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Satria Yuda Bramasta, melaksanakan kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SDN Tegalrejo 2 Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan bersama siswa kelas 3B dengan menggunakan media pembelajaran yang diberi nama “Perkalian Kantong”. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk praktik pembelajaran matematika yang bertujuan untuk membantu siswa memahami materi perkalian dengan cara yang lebih mudah dan menarik. Materi yang diberikan adalah perkalian bilangan 1–10. Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak untuk melihat, mencoba, dan menggunakan media pembelajaran secara langsung. Penggunaan media konkret tersebut diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah memahami konsep perkalian. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu, karena kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Modul pembelajaran yang digunakan juga menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta penggunaan benda konkret dan media pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan guru memberikan salam, mengajak siswa berdoa, mengecek kesiapan siswa, dan menghubungkan materi perkalian dengan pengalaman siswa dalam menghitung benda sehari-hari. Setelah itu, guru memberikan pertanyaan sederhana sebagai kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai perkalian. Materi kemudian disampaikan menggunakan bantuan PPT agar siswa mendapatkan gambaran mengenai materi yang akan dipelajari. Setelah penjelasan awal, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari empat siswa. Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan cara menggunakan media “Perkalian Kantong”. Media tersebut digunakan untuk membantu siswa melihat hubungan antara kelompok benda dengan operasi perkalian. Siswa kemudian mendapatkan LKPD kelompok yang berisi soal-soal perkalian. Setiap kelompok secara bergantian menggunakan media “Perkalian Kantong” sesuai dengan soal yang diberikan. Setelah selesai, setiap kelompok menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas. Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memperhatikan dan mengikuti penjelasan kelompok yang sedang tampil. Setelah kegiatan kelompok selesai, siswa mengerjakan LKPD secara individu untuk mengetahui pemahaman masing-masing. Rangkaian kegiatan tersebut juga melatih siswa untuk bekerja sama, bertanggung jawab, berani menyampaikan jawaban, dan lebih aktif selama pembelajaran.

Pelaksanaan kegiatan mendapatkan respons yang baik dari siswa kelas 3B. Siswa terlihat antusias dan tertarik ketika diperkenalkan dengan media “Perkalian Kantong”. Ketertarikan siswa terlihat ketika mereka mencoba menggunakan media tersebut dan mengikuti kegiatan bersama kelompoknya. Penggunaan media membuat pembelajaran perkalian tidak hanya dilakukan dengan menghafalkan hasil perkalian, tetapi siswa juga dapat memahami perkalian melalui kelompok benda dan penjumlahan berulang. Hal ini sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diarahkan agar siswa dapat menjelaskan perkalian sebagai penjumlahan berulang, menghubungkan gambar atau kelompok benda dengan kalimat perkalian, serta menghitung perkalian bilangan 1–10. Selain membantu pemahaman materi, kegiatan kelompok juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membantu dan berdiskusi. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, siswa menjadi lebih mudah mengikuti pembelajaran matematika dan menunjukkan ketertarikan yang lebih besar terhadap materi perkalian. Penggunaan media konkret juga menjadi salah satu pengalaman bagi mahasiswa untuk mengetahui bahwa pemilihan media yang sesuai dapat membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif.

Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman dalam menggunakan media pembelajaran sebagai salah satu cara untuk membantu siswa memahami materi yang membutuhkan latihan dan pemahaman secara bertahap. Media “Perkalian Kantong” diharapkan dapat terus digunakan atau dikembangkan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran matematika agar siswa lebih mudah memahami konsep perkalian dan tidak merasa kesulitan dalam belajar matematika. Ke depannya, diharapkan siswa kelas 3B dapat semakin aktif, percaya diri, dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran matematika. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembelajaran yang berkualitas dan sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu.

Satria Yuda Bramasta