Belajar Gotong Royong Lebih Interaktif melalui PAPAN DRADIGO di SD Muhammadiyah Sangonan 1

Yogyakarta, 1 September 2026 — Pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SD Muhammadiyah Sangonan 1 berlangsung interaktif melalui kegiatan yang memadukan pembelajaran kelompok, media digital, serta media konkret. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dewi Rahmawati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dalam rangka Praktik Kependidikan (PK) pada Selasa, 1 September 2026, pukul 08.15–10.15 WIB. Pembelajaran Pendidikan Pancasila tersebut mengangkat materi BAB 1, yaitu Tradisi Gotong Royong di Indonesia.

Kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan Deep Learning dengan model Numbered Heads Together (NHT) yang mendorong peserta didik untuk aktif berdiskusi dan bekerja sama. Materi disajikan melalui PowerPoint yang dirancang menggunakan Canva, kemudian peserta didik diajak mengeksplorasi materi melalui PAPAN DRADIGO (Papan Tradisi Gotong Royong). Peserta didik kemudian berdiskusi kelompok untuk mengerjakan LKPD sebelum menyampaikan hasilnya di depan kelas. Melalui kegiatan diskusi dan presentasi, peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga terlibat dalam proses belajar yang kolaboratif, aktif, dan menyenangkan.

Penerapan pembelajaran tersebut mendapat respons positif dari peserta didik yang terlihat aktif dan antusias selama mengikuti kegiatan. Penggunaan media yang beragam serta kegiatan diskusi kelompok membuat peserta didik lebih terlibat dalam memahami materi, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama. Peserta didik juga menunjukkan keberanian untuk menjawab pertanyaan, menyampaikan hasil diskusi, serta memberikan tanggapan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini turut mendukung terwujudnya pembelajaran yang berkualitas dengan memberikan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan bermakna.

Kegiatan Praktik Kependidikan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik secara langsung di lingkungan sekolah. Pengalaman tersebut juga memperkuat kemampuan mahasiswa dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, mulai dari pemilihan model hingga penggunaan media pembelajaran. Perpaduan model NHT, LKPD, serta media digital dan konkret diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan bermakna. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK UNY turut berkontribusi dalam mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas di sekolah.