You are here
Belajar Perkalian dengan Pocky Challenge dan Puzzle Perkalian, Mahasiswa PGSD Universitas Negeri Yogyakarta Ajak Murid Kelas IV SD Negeri Demakijo 1 Aktif dan Percaya Diri
Primary tabs

Senin, 14 September 2026 menjadi salah satu momen istimewa dalam rangkaian praktik mengajar yang dijalani Anindya Lukita Ningtyas, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, Anindya mengajar 26 murid kelas IV B SD Negeri Demakijo 1 pada mata pelajaran Matematika dengan materi Perkalian Bilangan Cacah sampai 1.000, sebagai bagian dari kontribusi Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui praktik pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada murid.
Menyadari bahwa murid kelas IV lebih mudah memahami konsep perkalian apabila dikemas secara konkret dan menyenangkan, Anindya merancang pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbasis pendekatan STEM, yang dilengkapi dengan media Papan Perkalian untuk membantu murid memahami konsep perkalian sebagai kelompok yang sama banyak. Pembelajaran diawali dengan permasalahan kontekstual sederhana berupa pembagian dua permen kepada setiap murid sebagai pemantik untuk menemukan cara menghitung jumlah seluruh permen secara lebih efektif. Kegiatan tersebut mengantarkan murid pada proses menemukan konsep perkalian sebelum mempelajari langkah-langkah penyelesaiannya melalui media Papan Perkalian. Dari sinilah rasa ingin tahu murid mulai tumbuh, terlebih ketika mereka mengetahui akan mengikuti permainan edukatif bernama Pocky Challenge.
Kegiatan inti berlangsung dalam dua tahap permainan yang dirancang untuk melatih kemampuan individu sekaligus kerja sama kelompok. Pada tahap individu, setiap murid mengambil lima gulungan soal cerita perkalian yang dibuat menyerupai stik biskuit Pocky dari sebuah wadah berbentuk kotak kemasan Pocky. Murid kemudian menyelesaikan soal sesuai tingkat kesulitan yang dipilih dan menempelkan setiap gulungan soal yang telah dikerjakan pada buku catatan masing-masing sebagai dokumentasi proses belajar. Selanjutnya, pada tahap kelompok, murid bekerja sama menyusun Puzzle Perkalian untuk melatih komunikasi, kolaborasi, dan kecepatan berpikir. Kelompok yang paling pertama berhasil menyelesaikan puzzle dengan seluruh jawaban yang benar memperoleh reward berupa hadiah sederhana dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan ketelitian mereka.
Suasana pembelajaran di kelas IV B berlangsung dengan antusias dan tertib sejak awal hingga akhir kegiatan. Seluruh murid tampak fokus mengikuti arahan guru, baik saat mengerjakan Pocky Challenge secara mandiri maupun ketika berdiskusi menyelesaikan Puzzle Perkalian bersama kelompoknya. Ketika diberikan pertanyaan, hampir seluruh murid berani mengemukakan jawaban serta menjelaskan cara berpikir mereka sesuai dengan kemampuan masing-masing. Keberanian, partisipasi aktif, dan sikap saling bekerja sama tersebut menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Sebagai bentuk penghargaan atas semangat belajar yang ditunjukkan, Anindya memberikan apresiasi sederhana kepada seluruh murid pada akhir kegiatan sebagai ucapan terima kasih atas keberanian dan antusiasme mereka selama proses pembelajaran berlangsung.
Pengalaman mengajar ini menjadi bekal berharga bagi Anindya Lukita Ningtyas dalam mengembangkan kompetensi pedagogis sebagai calon guru sekolah dasar. Pembelajaran ini menunjukkan bahwa materi matematika yang sering dianggap abstrak dapat dipahami lebih mudah ketika disajikan melalui pengalaman belajar yang konkret, aktif, dan menyenangkan sesuai karakteristik perkembangan murid sekolah dasar. Sebagai bagian dari komitmennya dalam bidang pendidikan dan pengembangan calon pendidik, Universitas Negeri Yogyakarta terus berupaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui berbagai praktik pembelajaran inovatif di sekolah mitra. Ke depan, pendekatan pembelajaran yang memadukan permainan edukatif, pemecahan masalah, dan aktivitas kolaboratif seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memperkuat kemampuan numerasi sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri murid sejak usia sekolah dasar.
Copyright © 2026,