Mengenal Perubahan, Menjaga Budaya: Pembelajaran IPAS dalam Perspektif Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Yogyakarta, 10 September 2026 — Pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui pembelajaran yang kontekstual dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berkolaborasi, serta menghargai keberagaman budaya, nilai-nilai SDGs dapat dikenalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan hal tersebut, Syifa Nafisatul Aliya, mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan praktik mengajar mata pelajaran IPAS di kelas III SD Negeri Caturtunggal 7 dengan materi “Cerita dari Masa ke Masa (Perubahan Sosial Budaya)”.

Kegiatan pembelajaran menggunakan model Cooperative Learning tipe Think Pair Share (TPS). Pada tahap Think, peserta didik mengamati gambar dan video mengenai kehidupan masyarakat pada masa dahulu dan masa sekarang yang ditampilkan melalui Interactive Flat Panel (IFP). Peserta didik kemudian mengidentifikasi perubahan yang ditemukan serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Setelah itu, peserta didik mengerjakan LKPD secara mandiri dengan membaca bacaan, menggunting kartu, dan mengelompokkan kartu berdasarkan kondisi masa dahulu dan masa sekarang. Peserta didik juga menjawab pertanyaan berdasarkan hasil bacaan dan pengamatan. Pada tahap Pair, peserta didik berdiskusi bersama pasangan untuk membandingkan hasil pekerjaan masing-masing. Peserta didik menyampaikan alasan atas jawaban yang dipilih, mendiskusikan persamaan dan perbedaan hasil pekerjaan, kemudian memperbaiki atau melengkapi jawaban berdasarkan hasil diskusi. Tahap ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama, bertukar pendapat, dan belajar menghargai perbedaan jawaban sebelum menentukan hasil yang disepakati bersama.

Selanjutnya pada tahap Share, beberapa pasangan menyampaikan hasil diskusi mengenai perubahan sosial budaya yang ditemukan pada LKPD. Peserta didik menjelaskan contoh perubahan dari masa dahulu hingga sekarang dengan bahasa sederhana dan santun. Peserta didik dari pasangan lain menyimak dan memberikan tanggapan apabila terdapat perbedaan pendapat. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dilatih untuk berkomunikasi, menyampaikan alasan, dan menanggapi pendapat orang lain. Kegiatan pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan refleksi dan evaluasi secara individu. Peserta didik menyampaikan pemahaman mengenai perubahan sosial budaya serta contoh perubahan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ditutup dengan penguatan mengenai pentingnya menghargai perubahan yang terjadi dalam masyarakat sekaligus tetap menjaga dan melestarikan budaya yang ada.

Pembelajaran ini berkaitan erat dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan dan sikap yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan mengamati perubahan sosial budaya, mengerjakan LKPD secara mandiri, berdiskusi dengan pasangan, serta mempresentasikan hasil, peserta didik dilatih untuk mengembangkan penalaran kritis, kemandirian, kolaborasi, dan komunikasi. Kegiatan tersebut sejalan dengan dimensi profil lulusan yang dikembangkan dalam pembelajaran sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas dapat diwujudkan melalui pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Keterkaitan dengan SDGs semakin kuat melalui materi perubahan sosial budaya yang dipelajari. Peserta didik diajak mengamati dan membandingkan kehidupan masyarakat pada masa lalu dan masa kini, seperti perubahan alat komunikasi, transportasi, pekerjaan, teknologi, serta kebiasaan masyarakat. Dari kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya memahami bahwa masyarakat terus mengalami perkembangan, tetapi juga belajar menyikapi perubahan secara bijak. Perkembangan zaman dapat diterima dan dimanfaatkan, namun nilai-nilai serta budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tetap perlu dihargai dan dilestarikan.