BERMAIN SAMBIL BELAJAR: Game-Based Learning “Memory Game” Meningkatkan Pemahaman Aturan Sekolah untuk Kelas III A di SD N Keputran 2

Shifa Indah Palupi (23010630038)

Yogyakarta, 10 September 2026 - Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi “Aku Patuh Aturan: Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis di Sekolah” pada murid kelas III A di SD Negeri Keputran 2. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dengan alokasi waktu 2 × 35 menit. Pembelajaran menggunakan Game Based Learning melalui Memory Game sebagai kegiatan utama untuk membantu murid memahami dan mengingat aturan yang berlaku di lingkungan sekolah. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta karakter murid.

Memory Game dirancang untuk membantu murid mengenali aturan tertulis dan tidak tertulis di sekolah, termasuk manfaat mematuhi aturan dan akibat yang ditimbulkan apabila aturan dilanggar. Sebelum permainan dimulai, guru memberikan penjelasan mengenai konsep aturan serta menyampaikan tata cara permainan. Murid kemudian dibagi ke dalam kelompok heterogen yang terdiri atas 5–6 orang. Setiap kelompok diberikan tanggung jawab untuk mengingat sejumlah informasi mengenai aturan sekolah. Pembagian tanggung jawab dilakukan secara spesifik agar setiap anggota berperan aktif dalam proses pembelajaran dan membangun ketergantungan positif dalam kelompok.

Pelaksanaan Memory Game terdiri atas tiga tahap, yaitu menghafalkan (memorize), mengingat kembali (recall), dan membuktikan (examine). Pada tahap memorize, murid mengamati dan menghafalkan tiga contoh aturan tertulis, tiga contoh aturan tidak tertulis di sekolah, beserta manfaat mematuhi dan akibat tidak mematuhi aturan. Selanjutnya, pada tahap recall, murid menuliskan kembali informasi yang telah diingat pada LKPD tanpa melihat sumber materi. Pada tahap examine, setiap kelompok bersama guru memeriksa dan mencocokkan jawaban yang telah dituliskan dengan materi yang diberikan. Guru berperan sebagai fasilitator dengan memberikan arahan, mengamati proses kerja sama, serta memberikan penguatan terhadap jawaban murid.

Pelaksanaan Memory Game memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara aktif dan kolaboratif. Kegiatan tersebut melatih kemampuan mengingat, memahami, berkomunikasi, serta bertanggung jawab terhadap tugas kelompok. Permainan membantu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga murid lebih terlibat dalam memahami pentingnya mematuhi aturan. Dengan demikian, Memory Game tidak hanya digunakan sebagai aktivitas permainan, tetapi menjadi strategi pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab sebagai bagian dari pendidikan berkualitas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan murid mampu menerapkan aturan tertulis dan tidak tertulis secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang tertib, nyaman, dan kondusif serta berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas.