Belajar Sambil Bermain: Pembelajaran Kata Tanya melalui Permainan Papan Tanya di SD Muhammadiyah Kayen

Pada Selasa, 8 September 2026, telah dilaksanakan kegiatan praktik mengajar pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 2 SD Muhammadiyah Kayen. Kegiatan pembelajaran berfokus pada materi kata tanya, meliputi apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. Pembelajaran dirancang dengan pendekatan Deep Learning. Mahasiswa menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, dengan menggunakan model Cooperative Learning dengan strategi Teams Games Tournament (TGT) dan media Papan Tanya.

Media Papan Tanya digunakan untuk membantu peserta didik memahami dan membedakan penggunaan kata tanya seperti apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana melalui kegiatan yang interaktif. Media ini dirancang agar peserta didik dapat mendengarkan penjelasan, menyimak, berpikir, menentukan jawaban, dan memberikan respons secara langsung

Pada tahap permainan, peserta didik menyimak setiap kalimat yang dibacakan dengan saksama. Peserta didik kemudian berpikir untuk menentukan kata tanya yang paling tepat sebelum bergerak cepat mengambil Papan Tanya sesuai dengan jawabannya. Kelompok yang berhasil menentukan kata tanya dengan tepat memperoleh poin. Kegiatan dilanjutkan dengan turnamen antarpeserta didik melalui meja turnamen. Setiap peserta didik berkesempatan menjawab pertanyaan mengenai kata tanya dan kalimat tanya untuk memberikan kontribusi terhadap perolehan skor kelompoknya. Setelah permainan dan turnamen selesai, seluruh poin dikumpulkan dan dihitung bersama. Peserta didik kemudian memberikan apresiasi kepada kelompok yang memperoleh poin tertinggi sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama dan partisipasi selama pembelajaran.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi terhadap SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) karena pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar. Penggunaan permainan Papan Tanya dan strategi TGT tidak membantu peserta didik menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan mendorong kerja sama. Melalui kegiatan kelompok dan turnamen, peserta didik dilatih untuk menyimak, berpikir, mengambil keputusan, berkomunikasi, serta bertanggung jawab terhadap kelompoknya. Kegiatan pembelajaran tersebut dapat mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan berpikir melalui pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan.