You are here
Pembelajaran Matematika Inklusif melalui Media Papan Jurang Dukung Pendidikan Berkualitas di SDN Gedongtengen
Primary tabs

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK), Anisa Nur Latifah, melaksanakan kegiatan pembelajaran Matematika di SDN Gedongtengen pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan ditujukan kepada murid kelas IV dengan materi pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan keberagaman kemampuan peserta didik, termasuk murid berkebutuhan khusus (ABK) dengan hambatan intelektual ringan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk praktik kependidikan yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
Pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan presentasi. Pada tahap awal, murid diajak mengingat kembali materi penjumlahan melalui apersepsi dan pertanyaan pemantik yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, guru menjelaskan pengurangan bersusun panjang dan bersusun pendek serta mendemonstrasikan penggunaan media papan jurang. Murid kemudian mencoba menyelesaikan soal menggunakan media tersebut sebelum bekerja secara berkelompok melalui LKPD. Untuk memenuhi kebutuhan belajar yang berbeda, murid reguler mengerjakan soal cerita dengan bilangan sampai 1.000, sedangkan kelompok ABK memperoleh soal yang lebih sederhana dengan bilangan sampai 100 serta pendampingan yang lebih intensif dari guru. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas.
Kegiatan memberikan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan kolaboratif. Murid tidak hanya berlatih menghitung pengurangan, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai pendapat, bertanggung jawab, serta berani menyampaikan hasil pekerjaan di depan kelas. Pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan murid ABK menunjukkan adanya upaya menciptakan kesempatan belajar yang lebih setara bagi seluruh peserta didik. Hal tersebut sejalan dengan SDG 4, melalui penyelenggaraan pembelajaran yang berkualitas dan inklusif, serta SDG 10, melalui pengurangan kesenjangan kesempatan belajar bagi murid dengan kemampuan yang beragam. Tujuan pembelajaran juga secara langsung menekankan kemampuan akademik sekaligus sikap gotong royong, saling menghargai, dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, diharapkan praktik pembelajaran yang inklusif dapat terus dikembangkan dalam kegiatan PK maupun pembelajaran berikutnya. Penggunaan media konkret, kerja kelompok, serta pemberian pendampingan sesuai kebutuhan murid dapat menjadi upaya berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif, menyenangkan, dan memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk berkembang sesuai kemampuannya.
Copyright © 2026,