You are here
Penerapan Model Role Playing Melalui Simulasi Toko Buah untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas 3 SD Negeri Bintaran dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas SDGs 4
Primary tabs

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta menggelar kegiatan pembelajaran Matematika yang interaktif bagi siswa kelas III SD Negeri Bintaran. Pembelajaran ini berfokus pada materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah yang dikemas melalui simulasi "Toko Buah". Inovasi pembelajaran ini dihadirkan sebagai wujud nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan menciptakan metode belajar yang konkret, relevan, dan menyenangkan bagi siswa SD.
Pelaksanaan pembelajaran berlangsung selama 2 x 35 menit dengan menerapkan model Role Playing atau bermain peran. Kegiatan diawali dengan menata ruang kelas menyerupai toko buah sungguhan yang dilengkapi gambar berbagai jenis buah beserta daftar harganya secara jelas. Pembelajaran ini menerapkan pembagian peran yang terstruktur: seluruh siswa bertindak sebagai pembeli, guru kelas mendampingi proses belajar, dan mahasiswa PK berperan sebagai kasir. Dalam alur simulasi, siswa memilih beberapa buah yang ingin dibeli, lalu menghitung sendiri total belanjaannya pada lembar kerja yang telah disediakan. Setelah selesai menghitung, siswa membawa daftar belanja dan lembar kerja tersebut ke meja kasir. Mahasiswa PK yang bertugas di meja kasir akan memeriksa kebenaran hasil perhitungan siswa secara langsung, sementara guru berkeliling mendampingi serta memberikan bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan. Rangkaian kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi diskusi bersama, refleksi pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar secara mandiri.
Penerapan simulasi Toko Buah ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap proses dan hasil belajar siswa. Melalui pengalaman langsung sebagai pembeli, siswa dapat memahami konsep penjumlahan dan pengurangan secara visual dan praktis, sehingga tidak lagi sekedar menghafal rumus atau angka di papan tulis. Kehadiran meja kasir sebagai tempat pemeriksaan memberikan manfaat besar berupa umpan balik langsung (direct feedback) jika terdapat kesalahan hitung, siswa dapat langsung menyadarinya dan melakukan koreksi saat itu juga. Selain mengasah keterampilan numerasi, aktivitas ini juga efektif melatih kemandirian, ketelitian, serta rasa percaya diri siswa dalam mengambil keputusan saat berbelanja.
Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa materi Matematika yang kerap dianggap abstrak dan sulit dapat disajikan dengan cara yang sederhana, interaktif, dan bermakna. Melalui integrasi model Role Playing dan media kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kualitas pembelajaran Matematika di SD Negeri Bintaran dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Copyright © 2026,