You are here
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN BERSUSUN MELALUI WARUNG MATEMATIKA SEBAGAI BENTUK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BAGI SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR
Primary tabs

Yogyakarta, 9 September 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan kegiatan pembelajaran matematika melalui Warung Matematika bersama murid kelas II SD Negeri Maguwoharjo 1. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari murid, khususnya dalam memahami materi penjumlahan bersusun. Warung Matematika dirancang dengan suasana seperti kegiatan jual beli sederhana sehingga murid dapat belajar menghitung melalui situasi yang mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK UNY dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yaitu pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Kegiatan pembelajaran melibatkan murid kelas II SD Negeri Maguwoharjo 1. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan mahasiswa memberikan apersepsi mengenai kegiatan jual beli yang biasa dilakukan murid bersama orang tua atau keluarga. Mahasiswa kemudian menjelaskan kembali konsep penjumlahan bersusun dan memberikan beberapa contoh soal sebagai pengantar sebelum siswa mengikuti kegiatan Warung Matematika. Dalam kegiatan tersebut, warung matematika menyediakan keranjang dan beberapa barang yang sudah disiapkan sebagai media simulasi, pada barang tersebut terdapat soal-soal terkait penjumlahan bersusun. Setiap murid mendapatkan keranjang yang akan digunakan untuk belanja, kemudian murid memilih barang yang ingin dibeli, dan menjawab soal yang sudah ada pada barang tersebut. Kegiatan dilakukan secara bergantian agar setiap murid memperoleh kesempatan untuk mencoba secara langsung.
Kegiatan Warung Matematika memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi murid karena materi penjumlahan bersusun tidak hanya disampaikan melalui penjelasan dan latihan soal, tetapi juga dikaitkan dengan aktivitas yang dekat dengan kehidupan mereka. Murid dapat memahami bahwa kemampuan berhitung dapat digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari, salah satunya ketika menghitung jumlah barang. Kegiatan yang melibatkan murid secara langsung juga membuat mereka lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dan memiliki kesempatan untuk mencoba menyelesaikan permasalahan secara mandiri. Dari kegiatan tersebut, murid memperoleh pengalaman bahwa matematika tidak hanya dipelajari untuk menyelesaikan soal di kelas, tetapi juga memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan SDGs Tujuan 4 yang mendorong tersedianya pendidikan yang berkualitas dan memberikan kesempatan kepada murid untuk memperoleh pengalaman belajar yang relevan dan bermakna.
Melalui kegiatan Warung Matematika, mahasiswa PK berharap pembelajaran matematika yang mengaitkan materi dengan situasi nyata dapat terus dikembangkan di sekolah. Kegiatan serupa dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang membantu murid memahami konsep sekaligus melihat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan manfaat bagi murid, kegiatan ini juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa PK dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang menyesuaikan karakteristik murid sekolah dasar. Ke depannya, pendekatan pembelajaran kontekstual dapat diterapkan pada materi matematika maupun mata pelajaran lainnya dengan memanfaatkan lingkungan dan pengalaman yang dekat dengan murid.
Copyright © 2026,