BELAJAR LAMBANG DAN SILA-SILA PANCASILA MAKIN SERU DENGAN PAPAN PINTAR PANCASILA BERBANTUAN AUGMENTED REALITY (AR): INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK MEWUJUDKAN SDGs 4

Dalam upaya meningkatkan pemahaman Pancasila sejak dini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Melani Alya Putri Febrianti, melaksanakan kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di kelas II A SD Negeri Maguwoharjo 1. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026 pukul 07.15 - 08.25 WIB, dengan melibatkan peserta didik kelas II A. Pembelajaran ini membahas mengenai lambang dan sila-sila Pancasila dengan menerapkan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Together (NHT) serta menggunakan media Papan Pintar Pancasila berbantuan Augmented Reality (AR). Pelaksanaan pembelajaran ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu pendidikan berkualitas yang diwujudkan melalui pelaksanaan pembelajaran yang interaktif, bermakna, serta berpusat pada peserta didik.

Pembelajaran ini bertujuan agar peserta didik mampu mengenal dan mengidentifikasi lambang Pancasila, menentukan hubungan antara lambang dengan sila Pancasila, serta mengenali contoh pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan pemberian pertanyaan pemantik yang dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan media Papan Pintar Pancasila berbantuan Augmented Reality (AR). Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai pendidik yang memfasilitasi jalannya pembelajaran, sementara peserta didik berperan aktif melalui kegiatan tanya jawab dan interaksi langsung dengan media, seperti memasangkan simbol dengan bunyi sila, menjodohkan gambar simbol dengan namanya, serta mengidentifikasi contoh perilaku yang mencerminkan pengamalan Pancasila. Setelah itu, peserta didik kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan setiap anggota memperoleh nomor kepala yang berbeda. Peserta didik kemudian berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan yang diberikan pendidik. Kemudian, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya melalui perwakilan anggota yang dipanggil berdasarkan nomor. Kegiatan ini mendorong peserta didik untuk aktif dalam diskusi, berpikir kritis, serta melatih tanggung jawab mereka. Sebagai akhir pembelajaran, peserta didik kemudian mengerjakan evaluasi individu untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi.

Dengan adanya penerapan model NHT yang dipadukan media Papan Pintar Pancasila berbantuan Augmented Reality (AR) memberikan dampak positif terhadap pengalaman belajar peserta didik, dimana pembelajaran menjadi lebih interaktif, menarik, dan bermakna. Melalui kegiatan pengamatan, interaksi dengan media, diskusi, dan presentasi, peserta didik dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap lambang dan sila-sila Pancasila sekaligus mengembangkan kemampuan kerja sama, berpikir kritis, komunikasi, serta tanggung jawab. Adanya pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam menciptakan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, bermakna, serta berpusat pada peserta didik sesuai dengan SDGs tujuan ke-4 yang mendorong terciptanya pendidikan yang berkualitas.

Melalui kegiatan Praktik Kependidikan (PK) ini, peserta didik diharapkan dapat semakin memahami lambang dan sila-sila Pancasila. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas di sekolah dasar. Dengan penggunaan model dan media pembelajaran yang inovatif serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, diharapkan menjadi salah satu upaya untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan, sehingga mendukung peningkatan kualitas proses dan layanan pendidikan di sekolah dasar sesuai dengan SDGs tujuan ke-4.