You are here
Mahasiswa PK UNY Terapkan Discovery Learning untuk Mengenalkan Teks Fiksi dan Nonfiksi di Kelas V
Primary tabs

Bantul- Mahasiswa Program Kerja (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi peserta didik kelas V A SD Negeri Karangjati pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan mengangkat materi teks fiksi dan nonfiksi dengan menerapkan model Discovery Learning berbasis Pembelajaran Mendalam. Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari praktik kependidikan mahasiswa sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, Pendidikan Bermutu (Quality Education), melalui penyediaan kegiatan belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membaca, memahami informasi, berpikir kritis, dan berkomunikasi. Materi yang digunakan merupakan pembelajaran Bahasa Indonesia Fase C yang berfokus pada kemampuan membedakan teks fiksi dan nonfiksi serta mengenali unsur intrinsik cerita.
Pembelajaran dirancang agar peserta didik tidak hanya menerima penjelasan mengenai pengertian teks fiksi dan nonfiksi, tetapi memperoleh kesempatan untuk menemukan perbedaannya melalui kegiatan membaca dan menganalisis bacaan. Mahasiswa memanfaatkan media PowerPoint (PPT) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang memuat contoh teks fiksi dan nonfiksi. Peserta didik diarahkan untuk mengidentifikasi ciri masing-masing teks sekaligus mengenali unsur intrinsik cerita berupa tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, serta amanat. Kegiatan juga dipadukan dengan permainan sederhana “Fiksi–Nonfiksi” sebagai variasi pembelajaran. Penerapan tersebut sesuai dengan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning yang digunakan dalam rancangan pembelajaran
Melalui model Discovery Learning, peserta didik memperoleh ruang untuk mengamati, membandingkan, mengolah informasi, menyampaikan alasan, serta menarik kesimpulan berdasarkan bacaan yang dipelajari. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator dengan memberikan pertanyaan pemandu dan penguatan ketika peserta didik memerlukan bantuan. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada pemahaman materi Bahasa Indonesia, tetapi juga mendukung pengembangan penalaran kritis, kemandirian, dan kemampuan komunikasi.
Ketiga aspek tersebut menjadi bagian dari dimensi profil lulusan yang dikembangkan dalam modul pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan PK ini memiliki upaya menghadirkan proses pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat aktif dalam memperoleh dan mengolah pengetahuan
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PK UNY berharap pembelajaran teks fiksi dan nonfiksi dapat membantu peserta didik membangun kebiasaan membaca secara lebih cermat dan memahami perbedaan antara informasi faktual dengan cerita yang dikembangkan berdasarkan imajinasi. Pemanfaatan media visual, LKPD, pertanyaan pemandu, dan aktivitas sederhana juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia yang aktif, bermakna, dan menyenangkan di sekolah dasar
Copyright © 2026,