Belajar Gaya Lewat “Detektif Gaya”, Murid Kelas IV A SD Negeri Caturtunggal 4 Lakukan Percobaan Sederhana

Pembelajaran di kelas IV A SD Negeri Caturtunggal 4 memadukan materi IPAS dan Bahasa Indonesia melalui kegiatan menyimak, berdiskusi, dan melakukan percobaan sederhana. Kegiatan ini dirancang agar murid tidak hanya mengenal konsep gaya, tetapi juga belajar memahami informasi dari teks yang didengarkan serta menyampaikan hasil pengamatan dan pendapatnya.

Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026 di kelas IV A SD Negeri Caturtunggal 4. Pembelajaran diawali dengan murid menyimak cerita berjudul “Bola Bimo yang Tidak Mau Diam”. Setelah menyimak, murid menjawab beberapa pertanyaan tentang isi cerita, seperti tindakan Bimo terhadap bola dan perubahan yang terjadi pada bola. Dari cerita tersebut, guru kemudian mengarahkan murid untuk menghubungkan peristiwa dalam cerita dengan konsep gaya. Murid dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing terdiri atas empat hingga lima orang, setiap kelompok masing-masing melakukan percobaan sederhana dengan benda-benda di sekitar. Percobaan dilakukan untuk mengamati pengaruh gaya, seperti dorongan, tarikan, tekanan, serta perbedaan gerak benda pada permukaan yang berbeda. Hasil pengamatan kemudian dicatat dalam LKPD. Setiap kelompok memilih salah satu percobaan untuk dibahas, kemudian menyusun hasil dan kesimpulan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Perwakilan kelompok selanjutnya menyampaikan hasil percobaan dan pendapatnya di depan kelas.

Kegiatan ini diikuti oleh 17 murid yang terbagi dalam lima kelompok. Selama kegiatan, guru memberikan arahan dan pendampingan agar murid dapat mengikuti langkah percobaan, mencatat hasil pengamatan, menghubungkan hasil percobaan dengan jenis dan pengaruh gaya, serta menyampaikan pendapat dengan bahasa yang sesuai. Kegiatan tersebut juga melatih penalaran kritis, kerja sama, dan komunikasi murid. Dari sisi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan ini berkaitan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan literasi, penalaran, komunikasi, dan pemahaman konsep melalui pengalaman belajar.

Melalui pembelajaran terpadu ini, murid memperoleh pengalaman untuk menghubungkan informasi yang didengar dengan kegiatan nyata di kelas. Perpaduan antara kegiatan menyimak, melakukan percobaan, mencatat hasil, dan mengemukakan pendapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mendukung pendidikan berkualitas melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstual.