Mahasiswa PGSD UNY Mengedukasi Siswa SD Terkait Pentingnya Menjaga Area Privasi serta Pencegahan Pelecehan Seksual Sejak Dini

Penulis: Sonya Andriana Putri Wardhani

NIM: 23010630133

Prodi: S1-Pendidikan Guru Sekolah Dasar

 

Isu kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Sebagai langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) demi mewujudkan Indonesia yang aman dari kekerasan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan kegiatan penyuluhan perlindungan diri bagi anak-anak. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, bertempat di SDN Samirono dengan menyasar seluruh siswa di jenjang kelas atas, yakni kelas 4, 5, dan 6

Pemilihan kelompok usia pra-remaja dalam program ini bukan tanpa alasan. Memasuki usia 9 hingga 12 tahun, anak-anak berada pada fase transisi fisik dan psikologis yang sangat rentan. Oleh karena itu, mereka sangat membutuhkan pemahaman yang kuat dan komprehensif mengenai daerah privasi di tubuh mereka, serta pemahaman dasar tentang bahaya pelecehan seksual sebagai bekal perlindungan diri.

Meskipun mengangkat topik yang bagi sebagian orang kerap dianggap tabu, suasana penyuluhan rupanya berlangsung dengan sangat aktif dan hidup. Pada awal kegiatan, memang terlihat beberapa anak yang masih tersipu dan malu-malu saat materi otonomi tubuh mulai dibahas. Namun, berkat pendekatan komunikasi yang ramah dari para mahasiswa, rasa canggung tersebut cepat memudar dan berganti menjadi antusiasme yang tinggi. Para siswa pun tak segan untuk berinteraksi dan bertanya langsung selama kegiatan berlangsung.

Agar materi yang tergolong berat ini mudah dicerna oleh anak-anak usia sekolah dasar, mahasiswa PGSD UNY mengemasnya secara kreatif dan interaktif. Penjelasan tidak hanya dilakukan dengan metode ceramah satu arah, melainkan juga diselingi melalui media lagu edukasi yang ceria agar pesannya lebih mudah diingat. Selain bernyanyi bersama, pemaparan materi disajikan secara visual menggunakan teknologi Interactive Flat Panel (IFP). Penggunaan layar sentuh cerdas ini terbukti sukses membuat fokus anak-anak tetap terjaga sepanjang sesi penyuluhan.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, ada beberapa poin krusial yang ditanamkan kepada para siswa SDN Samirono. Pertama, anak-anak diajarkan secara gamblang namun tetap sopan mengenai anggota tubuh mana saja yang termasuk area privasi, yang sama sekali tidak boleh dilihat atau disentuh oleh orang lain. Selain pengenalan area privasi, siswa juga dibekali keberanian untuk bersikap tegas. Mahasiswa menekankan bahwa jika ada pihak yang mencoba menyentuh area privasi mereka, anak-anak harus berani berkata "TIDAK!" dengan lantang dan segera berlari meminta pertolongan kepada orang dewasa yang dapat dipercaya.

Lebih dari sekadar pemahaman tentang batas sentuhan fisik, edukasi yang diberikan juga mencakup pengenalan terhadap bentuk-bentuk kekerasan lainnya. Para siswa diajak untuk mengenali tindak kejahatan pelecehan seksual secara komprehensif, baik yang bersifat verbal maupun non-verbal. Untuk memberikan pemahaman bahwa kejahatan tersebut adalah pelanggaran berat, mahasiswa juga memberikan gambaran mengenai hukuman yang berlaku bagi para pelakunya di mata hukum.

Melalui edukasi sejak dini di SDN Samirono ini, diharapkan anak-anak dapat membangun perisai perlindungan diri yang kuat ketika berinteraksi di lingkungan sosial. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa PGSD UNY dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mampu melindungi generasi masa depan bangsa.