Bukan Sekadar Chat, Siswa SDN Kotagede 5 Kembali Belajar Menulis Surat Pribadi di Era Digital

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri Kotagede 5 pada peserta didik kelas V. Kegiatan pembelajaran mengangkat materi “Surat Pribadi” yang bertujuan mengajak peserta didik mengenal bagian-bagian surat serta mampu menulis surat pribadi dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa yang tepat. Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang aktif, bermakna, dan menyenangkan.

Di tengah perkembangan teknologi, komunikasi anak-anak semakin dekat dengan pesan singkat melalui media digital. Kebiasaan berkomunikasi secara singkat menjadi salah satu konteks yang digunakan dalam pembelajaran untuk mengajak peserta didik kembali mengenal cara menyampaikan pesan secara lebih terstruktur. Peserta didik diajak mengamati dan membaca contoh surat pribadi, kemudian mengidentifikasi pengirim, penerima, isi, serta bagian-bagian surat. Setelah itu, peserta didik memilih topik yang telah disediakan dan menulis surat pribadi secara mandiri dengan memperhatikan kelengkapan bagian surat serta penggunaan bahasa yang tepat.

Kegiatan berlangsung secara aktif dan melibatkan peserta didik dalam proses menulis. Peserta didik memeriksa kembali surat yang telah dibuat dengan memperhatikan kelengkapan bagian surat, isi, penggunaan bahasa, dan kerapian tulisan. Beberapa peserta didik kemudian diberikan kesempatan untuk membacakan hasil karyanya di depan kelas, sementara teman-teman lainnya menyimak dan memberikan apresiasi. Kegiatan tersebut tidak hanya melatih keterampilan menulis, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi peserta didik.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu berkomunikasi melalui pesan singkat di era digital, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi, pengalaman, dan perasaan melalui tulisan secara terstruktur. Pembelajaran surat pribadi menjadi pengalaman yang bermakna karena peserta didik dapat menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa yang mereka butuhkan dalam berbagai konteks komunikasi.

Kegiatan pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pemberian pengalaman belajar yang bermakna dan pengembangan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi, berpikir, serta mengekspresikan pengalaman melalui tulisan. Dengan demikian, meskipun teknologi terus berkembang, peserta didik tetap memiliki keterampilan literasi yang baik dan mampu berkomunikasi secara tepat dan terstruktur.