Implementasi SDGs 4 Model CTL Berbantuan Papan Misi Pengurangan pada Pembelajaran Matematika Kelas II SD Negeri Nogopuro

Mahasiswa Praktik Kependidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Anindya Kurnia Salsabila, melaksanakan kegiatan praktik mengajar di SD Negeri Nogopuro pada Rabu, 2 September 2026 sebagai bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Bermutu. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada mata pelajaran Matematika kelas II dengan alokasi waktu 2 JP. Pembelajaran berfokus pada materi pengurangan dengan submateri berbagai cara melakukan pengurangan yang dikemas secara aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.

Dalam kegiatan tersebut, pembelajaran menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan media konkret berupa “Papan Misi Pengurangan” yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami konsep pengurangan secara lebih nyata. Media ini dilengkapi dengan kartu misi berisi soal pengurangan, benda konkret berupa stik hitung, serta pion yang digunakan dalam proses permainan. Peserta didik diajak menyelesaikan berbagai misi pengurangan dengan memanfaatkan benda konkret sehingga mereka tidak hanya menghafalkan cara menghitung, tetapi juga memahami proses pengurangan melalui pengalaman langsung.

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati, mencoba, berdiskusi, dan menyelesaikan soal melalui berbagai cara melakukan pengurangan. Penggunaan media Papan Misi Pengurangan membuat peserta didik lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna karena peserta didik dapat menghubungkan konsep matematika dengan aktivitas konkret yang dilakukan secara langsung.

Melalui kegiatan ini, praktik pembelajaran Matematika di SD Negeri Nogopuro menjadi salah satu upaya mendukung terwujudnya SDGs 4: Pendidikan Bermutu, khususnya melalui pengalaman belajar yang inklusif, aktif, dan bermakna bagi peserta didik. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogis dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan memanfaatkan media konkret dan pembelajaran yang menyenangkan, peserta didik diharapkan dapat membangun pemahaman konsep matematika dengan lebih baik serta memperoleh pengalaman belajar yang positif.