Belajar Hak dan Kewajiban Jadi Lebih Menyenangkan melalui Permainan Ular Tangga di Kelas IV

Yogyakarta-Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SD Negeri Sinduadi 2, dengan materi “Hak dan Kewajiban”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 September 2026 dan melibatkan siswa kelas IV sebagai peserta didik. Pembelajaran dirancang dengan menerapkan Problem Based Learning (PBL) dan Game Based Learning, penggunaan permainan ular tangga hak dan kewajiban menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang mendukung pencapaian SDGs ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pemberian pengalaman belajar yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik mengikuti permainan ular tangga hak dan kewajiban secara berkelompok. Setiap peserta didik secara bergiliran melempar dadu dan menjalankan pion sesuai angka yang diperoleh. Pada kotak tertentu, siswa mendapatkan pertanyaan atau situasi yang berkaitan dengan hak dan kewajiban dan harus memberikan jawaban atau pendapat. Melalui permainan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman materi, tetapi juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, serta berpikir kritis,

Siswa terlihat lebih antusias dan aktif mengikuti proses pembelajaran karena materi disampaikan melalui aktivitas permainan yang dekat dengan dunia anak. Permainan ular tangga juga membantu siswa memahami materi hak dan kewajiban melalui contoh-contoh yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan PBL mendorong siswa untuk berpikir dalam menyelesaikan permasalahan, sedangkan Game Based Learning memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan tidak monoton. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas, aktif, dan menyenangkan sebagai salah satu upaya mendukung SDGs ke-4.

Melalui kegiatan ini, diharapkan penggunaan model dan media pembelajaran yang inovatif dapat terus dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman terhadap materi, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan sosial, kerja sama, dan kemampuan berpikir siswa. Kegiatan PK ini menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk turut menghadirkan pembelajaran yang berkualitas sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.