Pembelajaran KPK dan FPB melalui LKPD Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Keaktifan dan Kolaborasi Siswa

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) PGSD Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Hastin Nur Hidayati (NIM 23010630303), melaksanakan pembelajaran Matematika di kelas V A SD Negeri Adisucipto 1 pada Senin, 7 September 2026. Pembelajaran membahas materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dengan memanfaatkan LKPD berbasis masalah. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran serta bekerja sama dengan teman dalam menyelesaikan permasalahan. Kegiatan tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pelaksanaan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna. 

Pembelajaran diawali dengan penyampaian materi menggunakan media PowerPoint (PPT) untuk membantu siswa memahami konsep KPK dan FPB serta cara menentukan penyelesaiannya menggunakan pohon faktor. Setelah memahami materi, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan LKPD yang berisi permasalahan dan soal cerita berkaitan dengan KPK dan FPB. Dalam kegiatan kelompok, siswa berdiskusi untuk memahami permasalahan, menentukan langkah penyelesaian, dan menemukan jawaban bersama. Soal yang diberikan juga dikaitkan dengan situasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat memahami bahwa KPK dan FPB tidak hanya digunakan dalam pembelajaran Matematika, tetapi juga dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan sederhana dalam kehidupan. 

Melalui kegiatan tersebut, siswa memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses menemukan dan menyelesaikan permasalahan. Diskusi kelompok mendorong siswa untuk saling bertukar pendapat dan membantu teman dalam memahami materi. Setelah menyelesaikan LKPD, beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Kegiatan presentasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan langkah penyelesaian dan menyampaikan hasil pemikirannya kepada teman-teman. Pembelajaran melalui LKPD berbasis masalah ini memberikan kontribusi terhadap SDG 4 karena mendukung terciptanya proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga mengembangkan keaktifan, kemampuan bekerja sama, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. 

Pembelajaran KPK dan FPB melalui LKPD berbasis masalah diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Melalui kegiatan diskusi, penyelesaian masalah, dan presentasi, siswa diharapkan semakin terbiasa untuk aktif dalam pembelajaran serta bekerja sama dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas dan memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi siswa.