You are here
Dukung SDGs, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY Hadirkan Smartbox KEMAS (Kebutuhan Manusia) untuk Mendorong Pembelajaran Interaktif di SD Muhammadiyah Sangonan 1
Primary tabs

Sleman, 7 September 2026 – Mahasiswa PGSD Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rifkha Nur Azizah, menghadirkan inovasi pembelajaran melalui media Smartbox KEMAS (Kebutuhan Manusia) dalam kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SD Muhammadiyah Sangonan 1. Media tersebut dirancang secara mandiri dengan memanfaatkan barang bekas, seperti kardus, yang diolah menjadi media pembelajaran interaktif dan fungsional. Smartbox KEMAS digunakan bersama siswa kelas V untuk membantu memahami materi kebutuhan manusia melalui kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung. Media ini dilengkapi dengan materi singkat, kantong kebutuhan untuk kegiatan mengelompokkan, aktivitas menjodohkan kebutuhan dan keinginan, serta spinner untuk menentukan kelompok yang melakukan presentasi. Pemanfaatan barang bekas dalam pembuatan media menjadi bentuk kreativitas sekaligus memberikan contoh kepada siswa bahwa barang yang sudah tidak digunakan masih dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kegiatan tersebut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pembelajaran yang aktif, interaktif, dan bermakna serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali barang bekas.
Pembelajaran dirancang untuk meningkatkan keaktifan dan keterlibatan siswa melalui pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada penjelasan guru namun pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kegiatan diawali dengan mengamati gambar kebutuhan sehari-hari dan menjawab pertanyaan pemantik mengenai kebutuhan yang perlu diprioritaskan. Setelah menyimak materi melalui PPT, siswa menggunakan Smartbox KEMAS untuk mengelompokkan berbagai contoh kebutuhan dan membedakannya dengan keinginan. Selanjutnya, siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk mengerjakan LKPD sebagai dasar pembuatan proyek Piramida Kebutuhan. Setiap kelompok menyusun kebutuhan primer pada bagian bawah sebagai kebutuhan utama, kebutuhan sekunder pada bagian tengah sebagai kebutuhan penunjang, dan kebutuhan tersier pada bagian atas sebagai kebutuhan yang dapat dipenuhi setelah kebutuhan yang lebih penting terpenuhi. Melalui proyek tersebut, siswa belajar menentukan skala prioritas, berdiskusi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta menyampaikan hasil pemikirannya. Pada tahap presentasi, Smartbox Spinner digunakan untuk menentukan kelompok yang presentasi terlebih dahulu sehingga seluruh kelompok herus siap dan paham dengan hasil proyeknya. Rangkaian kegiatan ini menerapkan model Project-Based Learning (PjBL) melalui tahapan pertanyaan mendasar, perencanaan proyek, penyusunan jadwal, pengerjaan dan pemantauan proyek, pengujian hasil, serta evaluasi pengalaman belajar.
Pelaksanaan pembelajaran memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami konsep kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Melalui diskusi dan pembuatan Piramida Kebutuhan, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan tanggung jawab. Kegiatan membedakan kebutuhan dan keinginan serta menentukan skala prioritas juga mengajarkan siswa untuk menggunakan dan memenuhi sesuatu sesuai kebutuhan serta tidak secara berlebihan. Dengan demikian, penggunaan Smartbox KEMAS tidak hanya mendukung pembelajaran yang aktif dan bermakna sebagai bagian dari SDG 4, tetapi juga memperkuat SDG 12 melalui pemanfaatan barang bekas dan pengenalan perilaku konsumsi yang lebih bijak. Inovasi ini menjadi salah satu contoh sederhana bahwa kreativitas dalam pembelajaran dapat sekaligus memberikan nilai edukatif dan mendukung upaya pencapaian SDGs.
Copyright © 2026,