BELAJAR MEMBACA PERUBAHAN ZAMAN DAN JELAJAH KOTA: CARA KREATIF GURU SEKOLAH DASAR MENGAJAK MURID KELAS III MENJELAJAHI “DAHULU, KINI, DAN NANTI” DUKUNG SDGs 4 PENDIDIKAN BERKUALITAS

Yogyakarta, 14 September 2026- SDN Ambarukmo melalui pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan tema “Dahulu, Kini, dan Nanti” untuk murid kelas III pada tanggal 10 September 2026. Kegiatan pembelajaran yang dirancang ini memiliki tujuan membantu murid dapat mengidentifikasikan perubahan sosial budaya masyarakat di sekitarnya, serta menumbuhkan sikap menghargai masa lalu dan bijak daalam menyikapi perubahan di masa kini. Pembelajaran ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, terutama dalam mendorong pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya sejak usia dini.

Kegiatan ini mengangkat isu keberlanjutan pendidikan dasar yang kontekstual dengan kehidupan murid, dengan tema besar perubahan cara berkomunikasi, belajar, bepergian, berbelanja, dan berpakaian dari masa lalu hingga sekarang. Pembelajaran berlangsung selama 3 x 35 menit dengan pendekatan Deep Learning dan model Cooperative Learning diikuti oleh seluruh murid Kelas III SDN Ambarukmo yang berjumlah 17 anak. Materi disampaikan langsung oleh guru kelas III dengan memanfaatkan media digital berupa PPT interaktif Canva serta kartu pembelajaran bergambar.

Dalam pelaksanaannya, murid diajak mengamati kartu gambar “Dulu dan Sekarang” isi kartu tersebut adalah perbandingan kehidupan masyarakat dahulu dan kini melalui tayangan interaktif berupa PPT canva, kemudian murid bermain sambil berdiskusi mengelompokkan kartu bergambar berdasarkan keadaan "dahulu" dan "kini" dalam kelompok kecil yang heterogen. Kemudian guru mengajak murid untuk bermain game dengan clue “Cari Aku”. Dalam implementasi game tersebut guru memberikan pertanyaan secara langsung kepada murid “Cari aku,cari kartu yang menunjukkan perubahan cara berkomuniksi. Kemudian ceritakan kejadian yang terjadi sesuai dengan gambar yang trdapat pada kartu”, dan “Cari aku! Dahulu orang berkomunikasi menggunakan surat dan kini orang berkabar menggunakan telepon genggam. Perubahan apakah aku?”. Setiap kelompok berlomba-lomba menjawab pertanyaan tersebut dengan mengangkat tangannya. Selain itu, terdapat hal yang menarik yaitu murid juga diajak "berpetualang" mengenal kisah di balik nama lima kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Banyuwangi, melalui kartu jelajah kota yang menyimpan fakta sejarah singkat tiap daerah. "Anak-anak antusias sekali ketika tahu bahwa nama Surabaya ternyata berasal dari cerita rakyat pertarungan ikan hiu dan buaya. Mereka jadi lebih mudah memahami konsep perubahan sosial budaya dan lebih ingat pelajaran karena disampaikan lewat cerita, gambar, dan permainan, bukan hafalan,Selanjutnya., setiap kelompok kemudian mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mengidentifikasi bentuk perubahan yang mereka temukan, sebelum mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. "Anak-anak jadi lebih mudah memahami konsep perubahan sosial budaya dan mengenal nama kota besar karena mereka melihat dan membandingkannya sendiri lewat gambar dan kartu, bukan hanya sekadar mendengarkan penjelasan," ujar Ibu Putri yang merupakan guru kelas III SDN Ambarukmo. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya berlatih berpikir kritis dan bekerja sama, namun juga belajar untuk menghargai tradisi keluarga serta memahami sejarah asal-usul nama beberapa daerah di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Banyuwangi. Pembelajaran semacam ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena mendorong metode belajar yang aktif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari murid, sekaligus bersinggungan dengan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui penanaman nilai pelestarian warisan sosial budaya masyarakat.

Seterusnya diharapkan kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman dan permainan edukatif seperti ini diharapkan terus dikembangkan secara berkelanjutan di SDN Ambarukmo sebagai bagian dari komitmen mewujudkan pendidikan dasar yang berkualitas, inklusif, dan membentuk generasi yang menghargai sejarah sekaligus siap menghadapi perubahan zaman.

Dokumentsi