PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGENAL PANCAINDRA MANUSIA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS III/B SD NEGERI TEGALREJO III

Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) berupa pembelajaran IPAS dengan topik “Pancaindra” dilaksanakan di SD Negeri Tegalrejo III pada kelas III/B dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Anang Firmansyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dengan sasaran peserta didik kelas III/B. Pembelajaran menggunakan pendekatan aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik melalui model Problem Based Learning (PBL) sederhana, dengan dukungan media PowerPoint dan Wordwall. Kegiatan ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan pancaindra.

Kegiatan pembelajaran bertujuan agar peserta didik mampu menyebutkan lima pancaindra, menjelaskan fungsi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari, memberikan contoh penggunaannya, serta memahami pentingnya menjaga kesehatan pancaindra. Proses pembelajaran diawali dengan salam, doa, pengecekan kesiapan, pengamatan gambar pancaindra, dan pertanyaan pemantik. Pada kegiatan inti, peserta didik mengamati masalah kontekstual, bekerja dalam kelompok, mengerjakan LKPD, mencocokkan nama dan fungsi pancaindra, menentukan pancaindra yang digunakan dalam berbagai situasi sehari-hari, serta menuliskan cara merawatnya. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil dan mendapatkan tanggapan dari kelompok lain. Guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan pertanyaan penuntun dan penguatan terhadap materi.

Pelaksanaan pembelajaran memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar melalui kegiatan mengamati, berdiskusi, memecahkan masalah, dan mempresentasikan hasil. Kegiatan tersebut mendukung pengembangan keaktifan, kerja sama, kemampuan bernalar kritis, tanggung jawab, dan komunikasi. Melalui materi pancaindra, peserta didik diarahkan untuk menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman sehari-hari, termasuk kebiasaan menjaga kesehatan mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Dari sisi kontribusi terhadap SDG 4, kegiatan ini mendukung terselenggaranya pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Sementara itu, keterkaitannya dengan SDG 3 terlihat melalui penguatan pemahaman peserta didik mengenai perilaku menjaga kesehatan pancaindra.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik semakin memahami fungsi kelima pancaindra dan mampu menerapkan kebiasaan sederhana untuk menjaganya dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media PowerPoint dan Wordwall juga diharapkan dapat menjadi alternatif pendukung pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kegiatan selanjutnya diharapkan dapat terus mengembangkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berorientasi pada peserta didik sehingga memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan kebiasaan hidup sehat.