You are here
Pembelajaran Interaktif tentang Perdagangan Internasional Dukung SDGs 4 di SD Negeri Gambiran
Primary tabs

Nashwa Azalia Farah – 23010630146
Yogyakarta, September 2026 – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui kegiatan Praktik Kependidikan melaksanakan pembelajaran IPAS di SD Negeri Gambiran dengan materi “Hubungan Antarnegara” pada murid kelas VI. Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan menyenangkan melalui simulasi perdagangan internasional. Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penerapan pembelajaran yang melibatkan murid secara langsung dalam proses belajar.
Pembelajaran diikuti oleh enam murid kelas VI dengan materi yang mencakup konsep ekspor dan impor serta alasan negara-negara di dunia perlu melakukan hubungan kerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebelum kegiatan simulasi dimulai, murid menyimak video dan penjelasan mengenai konsep dasar ekspor dan impor. Murid kemudian diperkenalkan dengan skenario pembelajaran berupa forum perdagangan dunia sederhana. Setiap murid mendapatkan peran sebagai perwakilan dari negara yang berbeda, yaitu Indonesia, China, Vietnam, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Murid membaca profil singkat negara masing-masing, mengenali potensi sumber daya dan komoditas unggulan, kemudian mencatat barang yang menjadi kebutuhan negaranya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan atribut negara berupa bendera sebagai tanda pengenal dan kartu komoditas sebagai barang ekspor. Ruang kelas kemudian ditata menjadi wilayah negara masing-masing. Murid secara aktif bergerak dari satu negara ke negara lain untuk melakukan komunikasi, negosiasi, dan pertukaran barang sesuai dengan kebutuhan. Setiap transaksi yang berhasil dilakukan dicatat dalam tabel neraca perdagangan. Setelah simulasi selesai, murid kembali berdiskusi bersama untuk membahas pengalaman selama kegiatan, barang yang berhasil diimpor, serta hubungan kegiatan tersebut dengan konsep keuntungan ekspor dan kerugian akibat terlalu banyak impor.
Pembelajaran melalui simulasi memberikan kesempatan kepada murid untuk memahami konsep perdagangan internasional melalui pengalaman langsung. Murid tidak hanya menerima materi melalui penjelasan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan yang membutuhkan komunikasi, negosiasi, pengambilan keputusan, pencatatan, dan kerja sama. Aktivitas tersebut turut mengembangkan kemampuan bernalar kritis, mandiri, kreatif, serta keterampilan komunikasi murid. Proses pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan evaluasi individu dan refleksi untuk mengetahui pemahaman murid terhadap materi yang telah dipelajari.
Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas karena memberikan pengalaman pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada keterlibatan murid. Melalui kegiatan Praktik Kependidikan, UNY turut berkontribusi dalam menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan keterampilan dan pengalaman belajar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, pembelajaran yang interaktif dan bermakna diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas bagi murid sekolah dasar.
Copyright © 2026,