You are here
Belajar Unsur Intrinsik Cerita Jadi Lebih Bermakna, Mahasiswa PGSD UNY Integrasikan Pembelajaran Melalui Film Edukatif dan Website Educandy di Kelas V SD Negeri Adisutjipto 2
Primary tabs

Yogyakarta, 27 Agustus 2026 – Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SD Negeri Adisutjipto 2 berlangsung secara aktif dan interaktif melalui pemanfaatan film pendek edukatif dan platform digital Educandy. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (27/8) tersebut merupakan bagian dari program kerja individu Praktik Kependidikan oleh Zulfa Mahmudah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyelenggaraan pembelajaran yang inklusif, bermakna, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Mengangkat materi unsur intrinsik cerita, pembelajaran dirancang dengan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk memberikan pengalaman belajar melalui kegiatan menyimak, mengamati, menganalisis, berdiskusi, dan bermain kuis interaktif. Film pendek edukatif bertema bullying digunakan sebagai sumber cerita yang memungkinkan peserta didik mengidentifikasi berbagai unsur intrinsik sekaligus memahami pesan yang terkandung di dalamnya. Pemilihan film dilakukan untuk menghadirkan cerita dalam bentuk yang dekat dengan pengalaman peserta didik.
Sebelum kegiatan dimulai, peserta didik diajak mengingat kembali pengalaman membaca atau menonton cerita melalui pertanyaan pemantik. Peserta didik kemudian diperkenalkan dengan unsur-unsur intrinsik cerita yang meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, serta amanat. Setelah memperoleh pemahaman awal, peserta didik mengikuti kegiatan Movie Time secara berkelompok. Mereka diarahkan untuk mencermati tokoh, peristiwa, latar, alur, serta pesan yang disampaikan melalui film. Film tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi sumber belajar yang membantu peserta didik menemukan unsur intrinsik berdasarkan cerita yang diamati. Setelah menonton, setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi unsur intrinsik dalam film dan menuangkan hasil analisisnya pada LKPD. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Educandy Challenge sebagai penguatan pemahaman. Melalui kuis interaktif, peserta didik menguji kembali pemahaman mengenai materi dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Selain bekerja dalam kelompok, peserta didik juga diberikan kesempatan menganalisis cerita yang berbeda dan mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas. Peserta didik lainnya menyimak serta memberikan tanggapan terhadap hasil analisis kelompok. Pada akhir pembelajaran, peserta didik mengerjakan evaluasi secara mandiri dan melakukan refleksi mengenai pemahaman serta pengalaman yang diperoleh. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan agar peserta didik tidak hanya mampu menyebutkan unsur intrinsik cerita, tetapi juga mampu menganalisis dan memberikan bukti berdasarkan isi cerita. Diskusi dan presentasi turut memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan menyampaikan pendapat. Sementara itu, film bertema bullying membantu peserta didik menghubungkan nilai dan pesan cerita dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar merancang pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. Integrasi film edukatif dan Educandy menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang menarik, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan teknologi, sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas.
Copyright © 2026,