Jelajah Iklim dan Musim Dunia, Mahasiswa PK UNY Hadirkan Pembelajaran Interaktif melalui Peta Misi

Destisa Fadila Azuhri – 23010630316

Yogyakarta, 11 September 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Destisa Fadila Azuhri melaksanakan kegiatan pembelajaran IPAS di SD Negeri Gambiran pada kelas IV dengan materi “Iklim dan Musim di Dunia”. Pembelajaran mengangkat topik “Jelajah Iklim dan Musim Dunia” dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan prinsip pembelajaran mendalam. Kegiatan dirancang untuk mengajak murid mengenali perbedaan iklim dan musim di berbagai wilayah dunia melalui kegiatan eksplorasi, diskusi, dan proyek pembuatan Peta Interaktif Iklim dan Musim Dunia.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan mengamati gambar kondisi Indonesia saat hujan dan wilayah lain yang sedang mengalami musim dingin. Murid kemudian diberikan pertanyaan pemantik, “Mengapa kedua wilayah tersebut memiliki kondisi yang berbeda?” untuk menggali pengetahuan awal mereka mengenai iklim dan musim. Setelah itu, murid dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Tim Aurora dan Tim Horizon. Setiap kelompok mendapatkan Papan Misi Proyek dan Kartu Misi yang harus diselesaikan secara bertahap untuk menghasilkan Peta Interaktif Iklim dan Musim Dunia.

Dalam prosesnya, murid terlibat secara langsung dalam setiap tahapan proyek. Murid terlebih dahulu menentukan zona iklim pada peta dunia, kemudian mengidentifikasi musim yang terdapat pada wilayah tersebut. Selanjutnya, murid menganalisis kartu ciri-ciri musim dan mencocokkannya dengan musim yang tepat. Pada tahap berikutnya, murid menghubungkan kondisi musim dengan aktivitas manusia melalui kartu aktivitas. Setiap anggota kelompok juga membagi peran sebagai pembaca informasi, penganalisis, dan penempel kartu sehingga seluruh murid memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam penyelesaian proyek.

Penggunaan Peta Interaktif Iklim dan Musim Dunia serta Kartu Misi membuat pembelajaran berlangsung secara aktif dan menyenangkan. Murid tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga mencari informasi, berdiskusi, menentukan jawaban, dan membuktikan hasil pemahamannya melalui produk yang dibuat bersama. Pada akhir kegiatan, setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya dan mendapatkan kesempatan untuk memberikan tanggapan maupun pertanyaan kepada kelompok lain. Kegiatan tersebut mendorong berkembangnya kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi pada murid.

Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas melalui penerapan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid. Selain itu, pembelajaran mengenai iklim dan kondisi lingkungan dapat menjadi bagian dari pengenalan terhadap isu perubahan iklim sejak jenjang sekolah dasar. Hal tersebut sejalan dengan capaian pembelajaran IPAS yang mengarahkan murid untuk menghasilkan solusi berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai salah satu upaya mitigasi perubahan iklim.

Melalui kegiatan ini, diharapkan murid semakin memahami bahwa iklim memengaruhi musim, kondisi lingkungan, dan aktivitas manusia. Pengalaman belajar melalui proyek juga diharapkan dapat menjadi pengalaman yang bermakna bagi murid serta mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Ke depan, pembelajaran berbasis proyek dan penggunaan media interaktif diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan menyenangkan bagi murid.