You are here
Menyelidiki Gaya Gesek melalui Model Inquiry Learning pada Pembelajaran IPAS di SD Negeri Karangjati
Primary tabs

BANTUL – Isna Siti Zumaroh, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melaksanakan kegiatan pembelajaran IPAS pada 7 September 2026 di SD Negeri Karangjati, Bantul. Kegiatan ditujukan kepada murid kelas IV dengan materi “Menyelidiki Gaya Gesek” melalui penerapan model Inquiry Learning. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan yang turut mendukung SGDs tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pembelajaran yang aktif, bermakna, dan memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilannya.
Pembelajaran bertujuan membantu murid memahami konsep gaya gesek melalui pengalaman penyelidikan secara langsung. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui enam tahapan Inquiry Learning, yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan menarik kesimpulan. Pada kegiatan penyelidikan, murid mengamati perbedaan gerak benda pada permukaan licin dan kasar, kemudian menyampaikan pertanyaan dan dugaan mengenai pengaruh jenis permukaan terhadap gerak benda. Murid selanjutnya melakukan percobaan secara berkelompok dengan menggerakkan benda pada beberapa jenis permukaan dan mencatat hasil pengamatan pada LKPD. Hasil percobaan dibandingkan dengan hipotesis awal dan didiskusikan bersama. Kegiatan diakhiri dengan penyampaian hasil penyelidikan oleh perwakilan kelompok. Pelaksanaan pembelajaran melibatkan mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan serta guru kelas sebagai pendamping dalam proses pembelajaran.
Penerapan Inquiry Learning memberikan kesempatan kepada murid untuk menemukan konsep gaya gesek berdasarkan hasil pengamatan dan percobaan yang dilakukan sendiri. Murid dapat memahami bahwa perbedaan jenis permukaan memengaruhi gerak benda serta menghubungkan konsep tersebut dengan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, mengerem sepeda, dan menggeser benda. Selain pemahaman materi, kegiatan juga mendorong berkembangnya kemampuan bernalar kritis, kreativitas, kemandirian, dan kolaborasi melalui kegiatan mengamati, mengajukan dugaan, melakukan percobaan, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK dalam mendukung terwujudnya pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan SDGs tujuan ke-4.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penerapan model Inquiry Learning dapat terus menjadi salah satu alternatif dalam menciptakan pembelajaran IPAS yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Pengalaman belajar melalui penyelidikan diharapkan dapat membantu murid tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membangun keterampilan berpikir dan bekerja sama. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di SD Negeri Karangjati.
Copyright © 2026,