DARI SEBLAK JADI MATEMATIKA: Pembelajaran Penjumlahan Bersusun Panjang dan Pendek di Kelas IV B SD Negeri Caturtunggal 4

Yogyakarta, 1 September 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dyah Hayyu Luthfi Anafia dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, menghadirkan inovasi pembelajaran Matematika melalui konsep “Warung Seblak” Leveling System bagi peserta didik kelas IV B SD Negeri Caturtunggal 4. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026 ini dirancang untuk membuat pembelajaran penjumlahan bersusun menjadi lebih menarik, kontekstual, dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Pembelajaran tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas.

Pembelajaran berfokus pada materi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000, khususnya penjumlahan bersusun panjang dan bersusun pendek, baik dengan maupun tanpa teknik menyimpan. Kegiatan diawali dengan pengenalan poster “Warung Seblak Bu Fifi” dan pertanyaan kontekstual mengenai kegiatan membeli makanan. Selanjutnya, peserta didik mengikuti sistem tantangan bertingkat melalui Order Cards Level 1 hingga Level 4. Pada Level 1 dan 2, peserta didik mengerjakan penjumlahan bersusun panjang, sedangkan Level 3 dan 4 menggunakan penjumlahan bersusun pendek. Setiap peserta didik menyelesaikan tantangan secara mandiri dan hasilnya diperiksa oleh guru sebelum melanjutkan ke level berikutnya. Peserta didik yang berhasil menyelesaikan seluruh level dapat mengikuti Bonus Round “Racik Mangkok Seblak” dengan menyelesaikan penjumlahan tiga bilangan berdasarkan pilihan topping.

Penerapan pembelajaran tersebut memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan berhitung, tetapi juga melatih kemandirian, ketelitian, kejujuran, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Konteks berbelanja dalam “Warung Seblak” membantu menghubungkan konsep penjumlahan dengan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui upaya menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, serta mendukung perkembangan kemampuan akademik dan karakter peserta didik. Pembelajaran juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan tantangan secara bertahap dan memperoleh bimbingan secara individual ketika mengalami kesulitan.

Melalui inovasi “Warung Seblak” Leveling System, pembelajaran Matematika menjadi lebih kontekstual dengan mengaitkan materi penjumlahan pada situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Penggunaan media visual, tantangan bertingkat, serta konteks kehidupan sehari-hari menjadi upaya mahasiswa UNY dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas di sekolah dasar.