Meneladani Perilaku Pancasila: Menggali Makna Nilai Pancasila melalui Video dan Diskusi Kelompok

penulis: Angela Citra Putri Kirana (Mahasiswa PGSD FIP UNY PK-UNY 2026/1)  

Yogyakarta, 19 Agustus 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SD Negeri Gondolayu sebagai bentuk upaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Pembelajaran mengangkat materi “Meneladani Perilaku Pancasila” dengan topik “Nilai-Nilai Pancasila”. Kegiatan ini bertujuan membantu peserta didik memahami makna nilai-nilai Pancasila dan menghubungkannya dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan metode ceramah, diskusi, penugasan, dan tanya jawab serta strategi Contextual Teaching and Learning (CTL). Pendekatan pembelajaran juga menerapkan prinsip deep learning, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Untuk mendukung proses pembelajaran, digunakan media PowerPoint dan video yang menampilkan berbagai contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diawali dengan salam, doa, presensi, penyampaian tujuan pembelajaran, dan motivasi melalui cerita atau ilustrasi mengenai pengamalan Pancasila. Guru kemudian mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik melalui pertanyaan pemantik mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Memasuki kegiatan inti, peserta didik mendengarkan penjelasan guru mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, kemudian mengamati PowerPoint dan video pembelajaran. Video menampilkan berbagai contoh perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Peserta didik diarahkan untuk mengamati setiap perilaku dan mencari tahu makna yang terkandung serta nilai Pancasila yang sesuai dengan perilaku tersebut.

Dengan demikian, peserta didik tidak sekadar menyebutkan sila, tetapi juga memahami hubungan antara perilaku yang ditampilkan dengan nilai Pancasila yang terkandung di dalamnya. Setelah mengamati video, peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil secara heterogen dan diberikan LKPD. Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi perilaku yang terdapat dalam video, menentukan sila Pancasila yang sesuai, serta menjelaskan makna nilai yang tercermin dari perilaku tersebut. Peserta didik saling bertukar pendapat dan menyusun jawaban berdasarkan hasil pengamatan. Guru berperan sebagai fasilitator dengan memberikan arahan dan pertanyaan pemantik, seperti “Nilai Pancasila apa yang terlihat dalam perilaku tersebut?”, “Mengapa perilaku tersebut sesuai dengan nilai Pancasila?”, dan “Apa makna perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari?”. Melalui kegiatan diskusi, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat teman, serta menentukan jawaban secara bersama-sama. Kegiatan ini juga mendorong peserta didik untuk menghubungkan contoh perilaku yang mereka lihat dengan pengalaman dan situasi yang dekat dengan kehidupan mereka. Setelah menyelesaikan LKPD, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Perwakilan kelompok menyampaikan perilaku yang ditemukan dalam video, sila Pancasila yang sesuai, serta makna nilai yang terkandung di dalamnya. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk menyimak, memberikan pertanyaan, tanggapan, maupun saran. Guru kemudian memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman apabila terdapat jawaban yang kurang tepat. Pada tahap analisis dan evaluasi, guru bersama peserta didik membahas kembali hasil diskusi dan menegaskan makna nilai-nilai Pancasila yang telah ditemukan. Peserta didik kemudian menyimpulkan berbagai perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila beserta makna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilanjutkan dengan refleksi melalui kegiatan mengenali dan mengungkapkan perasaan setelah mengikuti pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang aktif dan kontekstual. Penggunaan video membantu peserta didik mengamati contoh nyata penerapan nilai Pancasila, sedangkan LKPD dan diskusi kelompok memberikan kesempatan untuk menganalisis, bertukar pendapat, dan mengomunikasikan hasil pemahaman.

Pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan mengingat sila-sila Pancasila, tetapi juga membantu peserta didik memahami makna nilai Pancasila melalui perilaku nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran ini turut mendukung pendidikan berkualitas melalui pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik. Peserta didik dilatih untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, serta menghargai pendapat orang lain. Bagi mahasiswa Praktik Kependidikan, kegiatan ini menjadi pengalaman dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta memanfaatkan media pembelajaran secara efektif.