You are here
Menumbuhkan Perilaku Ekonomi Bijak melalui Pembelajaran IPAS Berbasis SDGs di Kelas 5A SDN Petinggen
Primary tabs

Mahasiswa Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan praktik pembelajaran berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di kelas 5A SD Negeri Petinggen pada pukul 09.40–11.25 WIB. Kegiatan dilaksanakan oleh Izzuddin Kheva Ichsan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dengan sasaran siswa kelas 5A. Pembelajaran mengangkat materi IPAS tentang kegiatan ekonomi dan perilaku ekonomi bijak, khususnya keterkaitan aktivitas ekonomi dengan permasalahan sampah di lingkungan. Kegiatan ini mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pembelajaran mengenai dampak perilaku konsumsi dan pentingnya menjaga lingkungan.
Pembelajaran bertujuan agar siswa mampu menganalisis dampak kegiatan ekonomi terhadap lingkungan, merancang solusi ekonomi yang bijak dan ramah lingkungan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Kegiatan menggunakan model Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan mindful, meaningful, dan joyful learning. Siswa diajak menghubungkan pengalaman sehari-hari dengan kegiatan ekonomi, kemudian menyimak video dan mempelajari materi produksi, distribusi, konsumsi, serta delapan bidang aktivitas ekonomi masyarakat. Setelah itu, siswa bekerja dalam kelompok “Tim Bijak Ekonomi” untuk menganalisis studi kasus sampah kemasan di kantin sekolah dan menyusun “Peta Solusi Ekonomi Bijak”. Solusi yang dirumuskan antara lain membawa tumbler atau wadah sendiri, menggunakan kemasan ramah lingkungan, dan memilah sampah organik serta anorganik. Pihak yang terlibat dalam kegiatan adalah siswa kelas 5A sebagai peserta pembelajaran dan satu mahasiswa yang bertugas mendokumentasikan kegiatan sebagai kameramen.
Kegiatan memberikan pengalaman belajar yang membuat siswa tidak hanya memahami konsep kegiatan ekonomi, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan persoalan lingkungan di sekitar. Melalui diskusi dan penyusunan Peta Solusi Ekonomi Bijak, siswa belajar menemukan penyebab permasalahan sampah, menyampaikan pendapat, bekerja sama, serta merancang langkah penyelesaian yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran juga memberikan manfaat berupa meningkatnya kesadaran siswa untuk mempertimbangkan dampak dari perilaku konsumsi dan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan tersebut berkontribusi pada SDG 12 melalui pengenalan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, sekaligus mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa kelas 5A dapat menerapkan perilaku ekonomi bijak secara konsisten, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti membawa wadah minum sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan membuang sampah pada tempatnya dapat menjadi langkah awal dalam menjaga lingkungan. Hasil pembelajaran juga diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pembiasaan dan penerapan solusi yang telah dirancang siswa, sehingga praktik pembelajaran dalam kegiatan PK tidak hanya memberikan pemahaman di kelas, tetapi turut menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan nilai pembangunan berkelanjutan.
Penulis : Izzuddin Kheva Ichsan
Copyright © 2026,