You are here
Program SAHABAT Wujudkan Lingkungan Pertemanan yang Aman dan Bebas Perundungan di SD Pedagogia Labschool UNY
Primary tabs

Program kerja SAHABAT (Sadar, Aman, Harmonis, Bersahabat Tanpa Perundungan) telah dilaksanakan di SD Pedagogia Labschool UNY sebagai upaya menanamkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang aman, nyaman, harmonis, dan bebas dari tindakan perundungan (bullying). Kegiatan ini menyasar peserta didik kelas 1, 2, dan 3 dengan pelaksanaan sebanyak tiga kali, yaitu pada 7 Agustus 2026, 4 September 2026, dan 11 September 2026. Program SAHABAT menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu, melalui penanaman nilai sikap saling menghargai, peduli, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman.
Kegiatan SAHABAT dirancang dengan bentuk aktivitas yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik pada setiap jenjang. Pada kelas 1 dan 2, kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian perundungan, contoh perilaku baik terhadap teman, serta perilaku yang perlu dihindari karena dapat menyakiti orang lain. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Selanjutnya, peserta didik diajak menyaksikan video edukatif dan berdiskusi mengenai perilaku yang termasuk tindakan baik maupun tindakan yang dapat menyakiti teman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan (games) sebagai sarana belajar yang interaktif, kegiatan mewarnai bertema persahabatan dan lingkungan yang aman, serta pemberian reward sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta didik.
Sementara itu, kegiatan pada kelas 3 menggunakan pendekatan yang lebih menekankan pada kemampuan memahami dan menganalisis permasalahan sederhana dalam pertemanan. Setelah mendapatkan pemaparan materi mengenai perundungan, bentuk-bentuknya, dampaknya, serta tindakan yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami perundungan, peserta didik diberikan studi kasus untuk didiskusikan secara berkelompok. Setiap kelompok kemudian menyampaikan hasil diskusi dan solusi yang telah dirumuskan melalui kegiatan presentasi. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan menentukan tindakan yang tepat dalam menghadapi permasalahan pertemanan.
Melalui pelaksanaan program SAHABAT, peserta didik diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga hubungan pertemanan yang positif serta mampu mengenali dan menghindari perilaku yang dapat merugikan atau menyakiti orang lain. Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah sehingga tercipta budaya pertemanan yang sadar, aman, harmonis, dan bersahabat tanpa perundungan.
Copyright © 2026,